Tidak Ada Hasil, Program Petani Milenial Dianggap Alat Politik dan Pencitraan Saja

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Kamis, 2 Februari 2023 | 16:48 WIB
Program Petani Milenial gagasan Pemda Jawa Barat dituding berantakan, netizen curhat di Twitter (/Instagram/petanimilenialjabar)
Program Petani Milenial gagasan Pemda Jawa Barat dituding berantakan, netizen curhat di Twitter (/Instagram/petanimilenialjabar)

Bandung, tinjauindonesia.id – Program Petani Milenial yang digagas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil  dianggap berantakan saat pelaksanaan di lapangan.

Program Petani Milenial itu dianggap sebagai alat politik,dan bahan pencitraan saja tanpa ada hasil.

Hal itu dikatakan oleh salah satu peserta Petani Milenial Jawa Barat 2021, Rizkiy Anggara.

Dilansir dari tinjau.id, Rizky menceritakan bagaimana benang kusut program tersebut. “Program ini tidak berjalan semanis yang dibayangkan,” katanya.

Dalam tangkapan layar yang diunggah akun Twitter Mazzini @mazzini_gsp, peserta yang diketahui bernama Rizky Anggara ini menilai program Petani Milenial pada awalnya sangat baik. Pasalnya, berhasil menarik anak muda khususnya milenial untuk terjun ke dunia pertanian.

“Namun selama perjalanannya program ini, jujur saya rasa program ini sangat berantakan,” kata Rizky yang diunggah Mazzini, Senin (31/1/2023).

Baca Juga: Polresta Bogor Kota Bongkar Penipuan Berkedok Umrah Murah, 106 Calon Jemaah Tertipu

Rizky menjelaskan, selain Biro Perekonomian Jabar, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Jabar berperan sebagai pelaksana program Petani Milenial. Sedangkan PT Agro Jabar selaku avalist atau penjamin, CV Minaqu Indonesia selaku offtaker, dan Bank BJB selaku pemberi modal dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Dalam perjalanannya program ini sangat berantakan, bahkan kami merasa hanya dimanfaatkan sebagai alat politik,dan bahan pencitraan saja tanpa ada hasil,” keluh Rizky.

Rizky mengungkapkan, selama ada permasalahan, seluruh stakeholders saling tuduh. Bahkan lebih parah lagi, mereka terkesan menghindar.

“Tetapi saat kami panen, semua stakeholders datang ramai-ramai untuk menunjukkan bahwa itu adalah hasil kerja mereka. Begitu yang kami alami satu tahun sejak Juli 2021 hingga Juli 2022,” beber Rizky.

Baca Juga: Ambilalih 100% Operasional, Heru Minta Pelayanan PAM Jaya Makin Optimal

Awalnya, Rizky mengira setahun program Petani Milenial akan mendapatkan hasil yang manis. Tanpa tedeng aling-aling, pihaknya yang dalam satu kelompok di Gelombang 1 Petani Milenial mendapat surat peringatan dari Bank BJB.

“Kami malah mendapatkan peringatan kedua dari Bank BJB akibat offtaker tidak mampu membayar hasil panen kami hingga detik ini,” jelas Rizky.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Perusahaan Sawit Gencar Ekspansi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X