Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Indonesia Tidak Lagi Jawasentris

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Kamis, 2 Februari 2023 | 13:54 WIB
Presiden Jokowi berbicara kepada awak media ketika Pasar Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis,  (2/2/2023).
Presiden Jokowi berbicara kepada awak media ketika Pasar Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis, (2/2/2023).

Jakarta, tinjauindonesia.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembangunan infrastruktur di Indonesia sudah tidak Jawasentris, tetapi Indonesentris. Sehingga kini menarik dan menjadi rebutan investor berbagai  negara untuk berinvestasi di Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2023, di Hotel Fairmont, Jakarta,  Rabu (1/2/2023) kemarin.

Hadir mendampingi Presiden Jokowi di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Junaidi.

Baca Juga: Tanggapi Usulan Penghapusan Jabatan Gubernur, Jokowi: Perlu Kajian dan Perhitungan yang Matang

Jokowi mengatakan, investasi Indonesia pada tahun 2022  melebihi target hingga Rp 1.207 triliun.

Selain itu, realisasi pencapaian investasi juga tersebar di seluruh Indonesia, di mana 53 persen di luar Pulau Jawa, dan 47 persen di Pulau Jawa.

“Artinya kita sudah tidak Jawasentris lagi, tapi Indonesiasentris. Sulawesi baik, di Maluku Utara baik, Sumatra tumbuh.  53 persen di luar Jawa, dan di Jawa 47 persen. Sangat-sangat baik karena hampir semua negara sekarang ini rebutan yang namanya investasi,” tutur Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah hal yang menarik investor dari berbagai negara untuk berinvestasi di Indonesia.

Baca Juga: 30 Kapolsek di Polda Metro Jaya Dimutasi, Ini Daftar Lengkapnya

Salah satunya adalah pemerataan infrastruktur yang dilakukan pemerintah, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa.

“Entah itu jalan tol,  pelabuhan,  airport,  jalan provinsi, meskipun belum selesai tapi semuanya dalam proses,” ujar Jokowi.

Selain pemerataan infrastruktur di Tanah Air, Jokowi juga mengungkapkan bahwa stabilitas sosial, politik, dan kemanan Indonesia juga dinilai baik oleh banyak negara.

Presiden menyebutkan kontribusi kepemimpinan Indonesia di G-20 dan ASEAN turut menjadi faktor pendukung para investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Begitu juga fundamental ekonomi kita yang juga dianggap baik sehingga orang mau berinvestasi di sini,” kata Jokowi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X