“Alhasil nama kami tercoreng dari perbankan,” lanjutnya.
Rizky bersama yang lainnya sangat menyayangkan peran Pemprov Jabar selaku pemilik program tersebut. Pemprov Jabar justru terus membuat Petani Milenial yang baru hingga gelombang 10.
“Peran pemprov selaku pemilik program benar-benar nol, tidak berperan sama sekali dan bahkan menghindar,” tegas Rizky.
Baca Juga: 8 Hal Soal Covid-19 yang Masih Perlu Jadi Perhatian
Rizky mengaku bingung dengan permasalahan yang ada. Terlebih rasa sakit hatinya kian membuncah ketika salah satu rekannya didatangi oleh orang Bank BJB ke rumahnya.
“Kami benar-benar sakit hati karena hanya dijadikan alat politik dan bahan pencitraan saja,” beber Rizky.
Hal ini, imbuhnya, berbanding terbalik dengan official akun media sosial Pemprov Jabar dan Petani Milenial yang masih sangat bangga dan terus membranding program tersebut dengan rapi.
“Waktu kami telah hilang selama 1 tahun tanpa hasil dan kami malu terhadap orang tua kami yang berharap pada anaknya yang mengikuti program ini,” ucapnya.
“Lemahnya, kurangnya peran pemprov sebagai pemilik program ini untuk mendampingi kami,” sambung Rizky saat dihubungi, Rabu (1/2/2023).
Artikel Terkait
Perusahaan Sawit Gencar Ekspansi
Jawa Barat Juarai Peringkat Nilai Investasi Nasional
Harga Beras Tinggi, Jokowi Minta Segera Dilakukan Operasi Pasar
Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Indonesia Tidak Lagi Jawasentris