Jakarta, tinjauindonesia.id - Dilansir kontan.co.id, sejumlah perusahaan sawit dalam negeri gencar melakukan ekspansi untuk meraup peluang bisnis yang lebih besar di industri hilir sawit.
Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono mengatakan bahwa saat ini sudah banyak pelaku usaha di hulu sawit yang masuk ke hilirisasi sawit.
Adapun distribusi produk hulu sawit lokal, sudah merata ke semua sektor hilir sawit, mulai dari pangan hingga energi.
Sekarang pemerintah sedang memacu industri hilir sawit di dalam negeri ialah untuk meningkatkan investasi baru yang otomatis akan ada penyerapan tenaga kerja.
PT Mahkota Group Tbk (MGRO) menjadi salah satu emiten yang semakin fokus mengembangkan hilirisasi sawit. Tahun ini, MGRO berencana menambah kapasitas produksi serta line refinery baru. Agenda bisnis ini dilakukan sejalan dengan semakin prospektifnya permintaan produk turunan CPO dari pasar luar negeri.
Baca Juga: Boeing Bermasalah Lagi Di Sydney
Sekretaris Perusahaan Mahkota Group, Elvi mengemukakan, MGRO dan anak usaha menyiapkan belanja modal di tahun 2023 berkisar Rp 250 miliar.
“Capex ini dialokasikan mayoritas pada maintenance dan penambahan alat produksi,” jelasnya.
Melalui alokasi belanja modal tersebut, MGRO sedang menyiapkan peningkatan dan penambahan baru kapasitas produksi untuk program hilirisasi. Fokus utama penjualan untuk produk ini adalah pasar ekspor.
MGRO rencananya akan menambah kapasitas produksi refinery dari 1.500 ton menjadi 1.800 ton serta tambahan satu line baru dengan kapasitas sebesar 1.800 ton. Tidak hanya itu, pihaknya juga menambah kapasitas kernel crushing plant (KCP) sebesar 600 ton yang nantinya akan memperkaya produk-produk baru turunan dari kelapa sawit.
Perusahaan sawit lainnya, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menargetkan pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) di tahun ini kurang lebih 10%-15% untuk menyokong hilirisasi anak usahanya PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT).
Sekretaris Perusahaan SSMS Swasti Kartikaningtyas menjelaskan, pertumbuhan rata-rata produksi TBS ini seiring dengan permintaan sawit yang meningkat. Secara umum, permintaan ini datang dari dalam negeri maupun luar negeri.
Namun, sejauh ini SSMS tetap fokus memasok sawitnya untuk keperluan hilirisasi di PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT).
Pada akhir 2022, Citra Borneo Utama resmi melakukan aksi korporasi berupa Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) demi meraih dana segar untuk ekspansi.
Berkait aksi korporasi ini, CBUT meraih Rp 431,25 miliar dengan menawarkan 625 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Artikel Terkait
Teknologi Terbaru Grand Vitara
Boeing Bermasalah Lagi Di Sydney