Kenang Korban Tragedi Sampah, Warga Cireundeu Gelar Adat Ritual

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Sabtu, 25 Februari 2023 | 10:05 WIB
Warga adat Cireundeu mengelar ritual mengenang  kepergian ratusan sanak saudara mereka yang tertimbun sampah 18 tahun lalu.
Warga adat Cireundeu mengelar ritual mengenang kepergian ratusan sanak saudara mereka yang tertimbun sampah 18 tahun lalu.

Baca Juga: Shinta Ratri, Pejuang Hak dan Pendiri Ponpes Waria Meninggal Dunia

Sejak saat itu, warga adat berupaya mengingatkan pemerintah untuk segera menutup TPA atau memperbaiki tata kelola TPA, namun teriakan rakyat jelata tetap saja terabaikan.

Pemerintah terus membuang sampah ke Leuwigajah, hingga puncaknya petaka bencana longsor terjadi menimpa warga. Ratusan nyawa melayang bahkan sebagian jasadnya hilang hingga kini.

“Air ini dari mata air atah seke Gunung Pasir Panji, Mata air itu dulu tercemar air lindi. Seiring berjalannya waktu, alam memulihkan diri sendiri,” ucap Abah Widi menerangkan sesajian apa saja pelengkap ritual hari itu.

Tempat ritual berada di tepi tebing puncak salam, nampak lahan kosong hijau di seberang tebing berdampingan dengan permukiman warga.

Lahan kosong yang sudah menghijau itu dulunya area TPA.

“Dua kampung hilang dari peta, tertimbun longsor sampah waktu itu. Sekarang bekas tumpukan sampah telah menghijau,” ucapnya.

Baca Juga: Bersikap Bodo Amat? Bagaimana Tuh...

Usai memanjatkan doa, sesajen dilarung sebagai persembahan pada warga adat Cireundeu yang telah mangkat akibat tragedi.

“Kami tidak akan pernah bisa lupa perihnya kehilangan keluarga dan saudara. Makanya tiap tahun akan selalu memeringati kejadian ini secara sederhana,” terang Abah Widi.

Melalui rangkaian ritual ini, masyarakat adat Cireundeu mengirim pesan akan pentingnya menjaga lingkungan. Mereka mengingatkan pemerintah tidak semena-mena pada kebijakan.

“Kenapa bisa terjadi?, Ternyata ini kan ada aturan yang dilanggar, konsep yang tidak benar oleh pengelola TPA ini. Dengan ritual, tujuannya mengingatkan agar kejadian 18 tahun lalu, jangan sampai terulangi lagi. Jangan tunggu petaka,” pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X