Jakarta, tinjauindonesia.id - Kebiasaaan mengunyah makanan dengan baik dan perlahan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, mencegah diabetes dan penyakit jantung.
Demikian disampaikan seorang dokter asal Austria Peter Gartner seperti dikutip dari laman Express, Sabtu (11/2/2023).
Menurut Gartner, makan seharusnya tidak dilakukan dengan terburu-buru karena berisiko tersedak dan kemungkinan makanan tidak dicerna sempurna.
Selain itu, menelan tanpa mengunyah dengan baik juga dapat menyebabkan radang usus serta merusak sel-sel kekebalan.
Baca Juga: 25.000 Penonton Saksikan Konser Westlife di Jakarta
Gartner mengatakan, rata-rata orang mengunyah makanan hanya dalam 10 detik. Padahal, dengan kunyahan ideal (sekitar 30 kali) membuat makanan 'dipecah' oleh air liur dan dikirim ke usus dalam bentuk yang lebih mudah dicerna.
Gartner menambahkan, menjaga usus dalam kondisi yang baik dapat mencegah protein yang terkait dengan parkinson berpindah dari usus ke otak.
Terlebih, kinerja usus yang buruk telah dihubungkan dengan diabetes tipe dua, penyakit jantung, dan depresi.
Baca Juga: Mobil Pikap Masuk Jurang di Kebumen, 5 Orang Tewas dan 20 Luka-luka
Rekomendasi Gartner untuk mengunyah perlahan didasarkan pada teori pelopor medis abad ke-20, Franz Mayr yang percaya bahwa kesehatan umum yang baik terkait dengan usus dan pasien dapat diobati dengan menjaganya agar tetap dalam kondisi yang baik.
"Idenya (Mayr) adalah usus adalah pusat tubuh kita. Terbukti bahwa dia benar. Segala sesuatu di tubuh kita secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan usus kita," pungkas Gartner
Artikel Terkait
Presiden Joko Widodo: Tak Ada Resesi Seks di Indonesia
Ini Lokasi Vaksin Booster Kedua di Jakarta Timur
8 Hal Soal Covid-19 yang Masih Perlu Jadi Perhatian
Peringati Hari Orang Sakit Sedunia, Umat Berdoa untuk Kesembuhan