Jakarta, tinjauindonesia. Id - Setiap tanggal 11 Februari, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick).
Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 13 Mei 1992, dan mulai dirayakan pertama kali pada 11 Februari 1993.
Hari Orang Sakit Sedunia diperingati guna mendorong semua yang sakit berdoa untuk kesembuhan penyakit yang dideritanya.
Umat Kristiani di seluruh dunia pada hari ini meluangkan waktu untuk berdoa bagi yang sakit, dan bagi mereka yang bekerja sangat keras untuk meringankan penderitaan orang sakit.
Baca Juga: Saat Car Free Day, PKL Dilarang Berdagang di Kawasan Sudirman – Thamrin
Ada tiga hal yang selalu diingatkan setiap merayakan Hari Orang Sakit Sedunia.
Petama, mengingatkan semua orang beriman, untuk berdoa secara khusuk bagi mereka yang sedang sakit.
Kedua, mengundang semua orang beriman untuk merefleksikan sakit dan penderitaan manusia, dan ketiga penghargaan bagi semua tenaga kesehatan.
Bagi kita semua yang sehat, memberikan pendampingan, penghiburan dan perhatian untuk mereka yang sakit, sangatlah berarti.
Baca Juga: TNI Diminta Segera Bebaskan Pilot Susi Air
Selain disadarkan akan pergerakan roda kehidupan. Pada saat sehat, seharusnya meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dana untuk membantu mereka yang sakit.
Pada saat yang lain, sangat mungkin kita sendiri justru menjadi orang yang sakit dan memerlukan hal yang sama dari semua orang di sekitar kita, sebagaimana pergerakan dan putaran roda kehidupan.
Sejarah Peringatan
Dilansir dari tinjau.id, menurut Gereja Katolik Roma, peringatan untuk seluruh orang sakit ini tidak terlepas dari kisah peristiwa bersejarah pada tanggal 11 Februari 1858.
Artikel Terkait
Vaksinasi Booster Kedua Dibuka
Presiden Joko Widodo: Tak Ada Resesi Seks di Indonesia
Ini Lokasi Vaksin Booster Kedua di Jakarta Timur
8 Hal Soal Covid-19 yang Masih Perlu Jadi Perhatian