Kenang Korban Tragedi Sampah, Warga Cireundeu Gelar Adat Ritual

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Sabtu, 25 Februari 2023 | 10:05 WIB
Warga adat Cireundeu mengelar ritual mengenang  kepergian ratusan sanak saudara mereka yang tertimbun sampah 18 tahun lalu.
Warga adat Cireundeu mengelar ritual mengenang kepergian ratusan sanak saudara mereka yang tertimbun sampah 18 tahun lalu.

Cimahi, tinjauindonesia.id – Sebanyak 157 orang warga Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi, Jawa Barat, hilang meregang nyawa pada 21 Januari 2005 silam.

Mereka tertimbun longsor ribuan ton sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah.

Tragedi lingkungan itu terjadi pada dini hari. Longsor terpicu ledakan gas metan tumpukan sampah warga Bandung Raya. Sampah menimpa pemukiman warga kampung Cireundeu, Cilimus dan kampung Pojok.

Dilansir dari tinjau.id, kenangan pahit warga adat Cireundeu pada tragedi kelam itu tak mudah terhapus.

Tragedi ini pula yang menjadi cikal bakal ditetapkannya 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Selasa 21 Februari 2023 pagi, warga adat Cireundeu bersiap merangkai ritual tahunan peringatan HPSN. Sekaligus juga mengenang 18 tahun kepergian sanak keluarga korban tragedi sampah.

Baca Juga: Mengenal Justin, Sosok Fotografer Wedding Termuda di Surabaya.

Duduk bersila di balai pertemuan berseragam pakaian adat pangsi hitam dan ikat kepala, warga melengkapi ritual dengan kembang setaman dan kendi berisi air.

Abah Widiya, salah seorang sesepuh adat membuka ritual dengan memanjatkan doa-doa, puluhan warga lainnya mengamini. Setelahnya, Abah membuka kisah kelam bagaimana tragedi sampah terjadi.

Kampung adat Cireundeu berada di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Umumnya kampung adat di tatar pasundan, Cireundeu memiliki lahan hutan larangan, pemukiman, dan garapan.

Tahun 1982, pemerintah membuka 10 hektare lahan hijau menjadi tempat pembuangan sampah limbah rumah tangga masyarakat di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Lahan TPA itu tepat berada di atas perkampungan adat, awal TPA beroperasi tidak ada masalah bagi warga adat yang menjadikan singkong sebagai makanan pokok.

Gunungan sampah tanpa pengolahan itu mulai bermasalah, air lindi mencemari sumber air bersih. Bahkan puluhan mata air hilang tertelan tumpukan sampah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X