8 Hal Soal Covid-19 yang Masih Perlu Jadi Perhatian

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Kamis, 2 Februari 2023 | 14:25 WIB
Prof Tjandra Yoga Aditama
Prof Tjandra Yoga Aditama

Jakarta, tinjauindonesia.id - Emergency Committe WHO untuk Covid-19 yang melakukan pertemuan pada 30 Januari 2023 lalu belum dapat memberi panduan kapan pandemi ini akan berakhir.

Tampaknya Emergency Committe Covie-19 masih mengkhawatirkan dan menyadari risiko Covid-19 yang masih tinggi.

Demikian dikatakan Senior Disease Control Advisor AIHSP, Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya yang diterima tinjauindonesia.id, Kamis (2/2/2023).

Tjandra Yoga menyebutkan Emergency Committe adalah suatu komite yang dibentuk WHO untuk menganalisa dan mamberi advis kepada WHO untuk apa yang perlu dilakukan untuk penyakit menular yang berpotensi menyebar secara internasional.

“Anggotanya terdiri dari para pakar yang bukan staf WHO, dan saya pernah menjadi anggota Emergency Commite WHO untuk MERS CoV sebelum menjadi Direktur di WHO Asia tenggara,” ujarnya.

Tjandra Yogya menyebutkan pertemuan Emergency Committe Covid tadinya diharapkan memberi panduan tentang berakhirnya pandemi.

Baca Juga: Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Indonesia Tidak Lagi Jawasentris

Namun demikian tampaknya Emergency Committe masih mengkawatirkan delapan hal penting.

Pertama, disadari bahwa risiko Covid-19 masih cukup tinggi, dan kematian akibat penyakit ini masih jauh lebih tinggi dari kematian akibat berbagai penyakit paru lainnya yang kini ada.

Kedua,  masih juga tetap ada kesenjangan vaksinasi Covid-19 di dunia, antara negara maju dan negara berkembang, dan juga pada berbagai kelompok risiko tinggi seperti lanjut usia.

Ketiga, adanya kelompok menolak vaksin  yang terus menyebarkan informasi tidak tepat melalui berbagai media, termasuk berbagai WA grup.

Baca Juga: Tanggapi Usulan Penghapusan Jabatan Gubernur, Jokowi: Perlu Kajian dan Perhitungan yang Matang

Keempat, masih terus terjadi varian/sub varian baru. Kendati yang kini ada memang tidaklah lebih berbahaya dari yang lalu tetapi jelas lebih mudah menular, dan dunia belum sepenuhnya tahu pasti bagaimana perkembangan varian/sub varian baru ini di masa datang.

Kelima, sudah terjadi kelelahan pandemi (pandemic fatigue) dan penurunan persepsi publik terhadap risiko yang masih mungkin dihadapi, dan ini tampak dengan melonggarnya protokol kesehatan.   

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Viral, KPR Rumah di bawah Instalasi SUTET

Minggu, 2 April 2023 | 10:54 WIB

Kasus TB di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Jumat, 24 Maret 2023 | 15:26 WIB

Panduan Menurunkan Kolesterol Jahat

Jumat, 24 Maret 2023 | 14:52 WIB

Kenali Penyebab Radang Sendi Yang Umum Terjadi!

Jumat, 24 Maret 2023 | 14:40 WIB

Cara Mengutamakan Diet Organik Sehat

Kamis, 23 Maret 2023 | 17:56 WIB

Tanda Infertilitas yang Jangan Pernah Anda Abaikan

Kamis, 23 Maret 2023 | 11:43 WIB

Penyebab Terlambat Menstruasi (Selain Kehamilan)

Selasa, 21 Maret 2023 | 15:37 WIB

Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Selasa, 21 Maret 2023 | 12:30 WIB

Apakah Antioksidan Dapat Membahayakan Kesehatan?

Selasa, 21 Maret 2023 | 10:30 WIB

Mengenal Seluk-Beluk Antioksidan

Selasa, 21 Maret 2023 | 10:00 WIB

Atasi Anxiety Dengan Cara Ini

Selasa, 21 Maret 2023 | 09:30 WIB

Seperti Apa Rasanya Anxiety atau Kecemasan?

Selasa, 21 Maret 2023 | 09:00 WIB

Bisakah Anda Hamil Saat Menstruasi?

Selasa, 21 Maret 2023 | 08:30 WIB

Cara Membuat Pure Wortel untuk Bayi

Selasa, 21 Maret 2023 | 08:00 WIB

Mengenal Demensia

Senin, 20 Maret 2023 | 12:03 WIB

Bisakah Kanker Dideteksi oleh MRI?

Senin, 20 Maret 2023 | 11:22 WIB

Mitos Tentang Diet Keto

Minggu, 19 Maret 2023 | 11:45 WIB

Semua Tentang Nyeri Punggung Atas Selama Kehamilan

Minggu, 19 Maret 2023 | 08:30 WIB

Terpopuler

X