Waspada Penularan Campak

photo author
Rio Cornelianto, Tinjau Indonesia
- Sabtu, 21 Januari 2023 | 21:20 WIB
Ilustrasi Gejala Campak. (Hellosehat.com - INDEPENDEN)
Ilustrasi Gejala Campak. (Hellosehat.com - INDEPENDEN)

Jakarta, tinjauindonesia.id - Kemenkes melalui Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik meminta masyarakat semua umur waspada terhadap potensi penularan penyakit campak. Himbauan ini perlu mendapat perhatian.

Dilansir dari tinjau.id, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat semua umur waspada terhadap potensi penularan penyakit campak.

Pasalnya, penyakit yang sangat mudah menular ini juga bisa menyerang orang dewasa, meski kasus biasanya berada dalam kalangan anak-anak.

Kewaspadaan ini juga perlu menjadi perhatian bersama karena sudah ada 55 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sepanjang tahun 2022.

"Semua umur harus waspada. Dewasa juga bisa terserang, tapi paling banyak pada anak usia kurang dari 5 tahun," kata Nadia, Jumat (20/1/23).

Baca Juga: Penyebab Keguguran Yang Perlu Diwaspadai

Nadia menuturkan, salah satu bentuk kewaspadaan yang perlu mendapat perhatian orang dewasa adalah menghindari anak-anak maupun orang dewasa lain yang sudah tertular lebih dulu. Pasalnya, campak menyebar lewat angin dan droplet.

Biasanya, kata dia, masa penularan campak terjadi sejak 4 hari sebelum timbul bercak kemerahan pada kulit (rash) sampai 4 hari setelah timbul rash. Puncak penularan terjadi saat gejala awal (prodromal), yaitu pada masa 1-3 hari pertama sakit.

Kendati begitu, penyakit ini bisa terkendali melalui akselerasi vaksin campak dan rubella yang bisa kita terima sejak balita.

"Kalau sudah lengkap imun anak-anak, maka kan ada kekebalan kelompok. Jadi ndak ada sumber penularan," tutur Nadia.

Sementara itu di kesempatan berbeda, Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prima Yosephine menyebut, rendahnya vaksinasi campak akibat pandemi mempengaruhi tingginya kasus campak.

Sepanjang tahun 2022, Kemenkes menerima laporan terdapat 3.341 kasus konfirmasi campak dalam 223 kabupaten/ kota di 31 provinsi. Jumlah ini meningkat 32 kali lipat daripada tahun 2021.

Sebanyak 58 persen kasus konfirmasi menderita campak terutama oleh anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

"Kasus sebagian besar tidak pernah diimunisasi. Beberapa ada yang diimunisasi tapi enggak lengkap. Bahkan ada yang tidak diketahui status imunisasinya", tambah Prima dalam konferensi pers daring Jumat (20/1/23).

Prima mengungkapkan, capaian Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk mengejar imunisasi campak dan rubella memang menurun, utamanya di luar Jawa dan Bali.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rio Cornelianto

Sumber: tinjau.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Viral, KPR Rumah di bawah Instalasi SUTET

Minggu, 2 April 2023 | 10:54 WIB

Kasus TB di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Jumat, 24 Maret 2023 | 15:26 WIB

Panduan Menurunkan Kolesterol Jahat

Jumat, 24 Maret 2023 | 14:52 WIB

Kenali Penyebab Radang Sendi Yang Umum Terjadi!

Jumat, 24 Maret 2023 | 14:40 WIB

Cara Mengutamakan Diet Organik Sehat

Kamis, 23 Maret 2023 | 17:56 WIB

Tanda Infertilitas yang Jangan Pernah Anda Abaikan

Kamis, 23 Maret 2023 | 11:43 WIB

Penyebab Terlambat Menstruasi (Selain Kehamilan)

Selasa, 21 Maret 2023 | 15:37 WIB

Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Selasa, 21 Maret 2023 | 12:30 WIB

Apakah Antioksidan Dapat Membahayakan Kesehatan?

Selasa, 21 Maret 2023 | 10:30 WIB

Mengenal Seluk-Beluk Antioksidan

Selasa, 21 Maret 2023 | 10:00 WIB

Atasi Anxiety Dengan Cara Ini

Selasa, 21 Maret 2023 | 09:30 WIB

Seperti Apa Rasanya Anxiety atau Kecemasan?

Selasa, 21 Maret 2023 | 09:00 WIB

Bisakah Anda Hamil Saat Menstruasi?

Selasa, 21 Maret 2023 | 08:30 WIB

Cara Membuat Pure Wortel untuk Bayi

Selasa, 21 Maret 2023 | 08:00 WIB

Mengenal Demensia

Senin, 20 Maret 2023 | 12:03 WIB

Bisakah Kanker Dideteksi oleh MRI?

Senin, 20 Maret 2023 | 11:22 WIB

Mitos Tentang Diet Keto

Minggu, 19 Maret 2023 | 11:45 WIB

Semua Tentang Nyeri Punggung Atas Selama Kehamilan

Minggu, 19 Maret 2023 | 08:30 WIB

Terpopuler

X