Jakarta, tinjauindonesia.id – 24 Maret merupakan Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia. Pada tanggal itu pertama kali penemuan kuman diumumkan pada tahun 1882.
Melansir dari tinjau.id artinya pada saat ini 24 Maret 2023 ini, penyakit TB sudah berumur 141 tahun.
Laporan dari WHO, Indonesia menjadi penyumbang kasus TB kedua terbesar di dunia, sesudah India.
Penderita TB di Indonesia sekitar 969.000 kasus setahunnya, dan 144.000 kematian dalam satu tahun.
Data sampai Februari 2023 menunjukkan angka penemuan kasus 74%. Di tahun 2022 yang berhasil masuk dalam pengobatan 86% untuk TB sensitive obat dan 54% untuk TB resisten obat.
Baca Juga: Mengenal Seluk-Beluk Antioksidan
Menurut Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, dari penderita yang mendapat pengobatan, angka keberhasilan untuk TB sensitif obat mencapai 85%. Padahal targetnya 90%.
Sedangkan untuk pasien TB resisten obat angka keberhasilan pengobatannya jauh lebih rendah lagi. Yakni hanya 51% dengan target yang harus tercapai 80%.
Lalu, kita juga mengenal situasi TB laten, yaitu mereka yang ada kuman TB di dalam tubuhnya tapi kuman itu tidak aktif.
Sehingga kalau daya tahan tubuh seseorang turun maka kuman TB itu dapat menjadi aktif dan menyebabkan penyakit tuberkulosis.
Sekitar seperempat penduduk dunia pernah terinfeksi kuman TB dalam hidupnya.
Baca Juga: Asma Sering Kambuh, Ini Faktor Pencetusnya
“Mereka punya risiko 5-10% untuk jadi jatuh sakit TB aktif,” kata Tjandra Yoga dalam keteranganya Jumat (24/3/23).
Untuk itu perlu mendapat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT). Namun sayangnya angka cakupan TPT kita juga masih amat rendah.
Artikel Terkait
Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD) Picu Komplikasi Serius, Kenali Gejalanya
Asma Sering Kambuh, Ini Faktor Pencetusnya
Kenali Penyebab Radang Sendi Yang Umum Terjadi!