Jakarta, tinjauindonesia.id - Tidak ada calon Ibu yang ingin kandungannya gagal, dan keguguran saat hamil muda dapat menjadi keguguran yang terjadi di trimester pertama kehamilan atau pada 12 minggu awal.
Setidaknya ada 6 penyebab umum keguguran di awal kehamilan, mulai dari kelainan kromosom hingga efek keracunan makanan.
Untuk tahu penyebab keguguran saat hamil muda, ibu hamil dan pasangannya perlu tahu gejalanya.
Gejala keguguran saat hamil muda bisa meliputi gejala umum yakni keguguran saat hamil muda yang ditandai oleh vagina yang mengeluarkan darah.
Keluarnya darah dari vagina dapat berupa bercak maupun perdarahan berat seperti saat menstruasi.
Tanda-tanda keguguran yang jamak dikeluhkan wanita yaitu:
- Kram dan nyeri di perut bagian bawah
- Keluarnya cairan dan jaringan dari vagina
- Detak jantung bayi tidak terdengar saat ibu hamil melakukan pemeriksaan USF
- Tidak lagi mengalami gejala kehamilan, seperti morning sickness dan nyeri payudara.
Nah, Ibu hamil yang mengalami empat gejala tersebut harus segera mendapat pertolongan medis.
Baca Juga: Kurangi Gula, Pasti Hidup Bahagia
Tetapi, agar tidak mengalami keguguran, setidaknya ada 6 penyebab keguguran saat hamil muda yang pantang diabaikan, yaitu:
- Kelainan kromosom. Jadi, sebagian besar keguguran saat hamil muda disebabkan oleh kelainan kromosom atau masalah genetik. Janin tidak dapat tumbuh secara normal apabila jumlah kromosom tidak sesuai atau mengalami kerusakan. Kelainan kromosom lantas mengakibatkan beberapa kondisi yang akhirnya memicu keguguran, yaitu: tidak ada pembentukan embrio Embrio berhenti berkembang. Kemudian hamil anggur. Keguguran saat hamil muda yang disebabkan oleh kelainan kromosom tidak dapat dicegah. Kondisi ini jamak terjadi pada wanita yang hamil setelah usia 35 tahun.
- Kondisi medis. Keguguran di trimester pertama kehamilan juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan ibu, di antaranya: infeksi seperti cytomegalovirus atau rubella. Kemudian, penyakit kronis yang tidak terkontrol, misalnya diabetes dan tekanan darah tinggi atau hipertensi Penyakit tiroid, lupus ,dan gangguan autoimun lainnya. Masalah kesehatan di rahim, seperti miom, bentuk rahim yang tidak normal, leher rahim terbuka dan melebar terlalu dini (disebut insufisiensi serviks). Selain itu soal penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, sifilis, atau HIV. Ada juga masalah pembekuan darah yang menghalangi aliran darah ke plasenta.
- Gaya hidup. Kebiasaan atau gaya hidup calon ibu dan ayah sebelum dan selama kehamilan bisa memicu risiko keguguran saat hamil muda. Berikut gaya hidup yang bisa menyebabkan keguguran pada trimester pertama: kebiasaan merokok, penyalahgunaan narkotika dan konsumsi minuman beralkohol.
- Paparan bahan kimia di lingkungan. Selain asap rokok, zat tertentu di lingkungan rumah atau tempat kerja juga bisa membahayakan kehamilan. Paparan bahan kimia tersebut antara lain: timbal dalam pipa air yang sudah tua, merkuri, pelarut seperti tiner cat, penghilang noda pakaian, pestisida untuk membasmi serangga atau hewan pengerat, dan arsenik yang ditemukan di dekat lokasi pembuangan atau sumur.
- Obat-obatan. Beberapa obat resep maupun yang dijual bebas dapat meningkatkan risiko keguguran. Obat-obatan tersebut antara lain: misoprostol yang digunakan untuk mengatasi tukak lambung dan rheumatoid arthritis. Kemudian Methotrexate yaitu obat untuk rheumatoid arthritis. Juga Retinol yakni obat atau kandungan pada skincare yang digunakan untuk mengatasi eksim dan jerawat. Lalu, Obat antiinflamasi nonsteroid ( NSAID ) untuk nyeri dan peradangan.
- Keracunan makanan. Beberapa jenis keracunan makanan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran pada trimester pertama. Beberapa zat racun pada makanan di antaranya: listeriosis yang biasanya ditemukan dalam keju lunak yang tidak dipasteurisasi dan makanan laut yang belum matang. Lalu Salmonella yang ditemukan dalam telur atau daging mentah dan setengah matang. Racun juga dalam bentuk Toksoplasmosis yang paling sering disebabkan oleh konsumsi daging mentah dari hewan yang terinfeksi. Nah mengenai Listeriosis dan toksoplasmosis, ini perlu diperhatikan karena juga dapat menginfeksi bayi Anda yang belum lahir meskipun Anda sendiri tidak memiliki gejala.
Khawatir pada saat hamil tentu boleh, apalagi karena penantian untuk mendapatkan keturunan bagi setiap pasangan. Semua yang disebutkan tadi dapat dicegah jika Ibu dan pasangannya memiliki gaya hidup yang baik dan menjaga si buah hati hingga selamat lahir ke dunia.
Artikel Terkait
Kurangi Gula, Pasti Hidup Bahagia