Ketosis adalah adaptasi metabolik untuk memungkinkan tubuh bertahan hidup dalam masa kelaparan. Tubuh Anda akan memecah badan keton, sejenis bahan bakar yang dihasilkan hati dari lemak, bukan gula atau glukosa dari karbohidrat.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Beginilah cara kerja diet keto. Pengikut diet ini mendapatkan sekitar 80 persen asupan kalori harian mereka dari lemak, 25 persen dari protein, dan lima persen dari karbohidrat. Jika Anda mengurangi 2.000 kalori/hari, Anda memerlukan sekitar 165 gram lemak, 40 gram karbohidrat, dan 75 gram protein. Para pelaku diet keto sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 20 hingga 50 gram karbohidrat per hari (yang bisa menjadi tantangan tersendiri mengingat pisang mengandung sekitar 27 gram karbohidrat).
Setelah beberapa hari, tubuh akan memasuki keadaan ketosis, di mana ia menggunakan badan keton (alias bahan bakar yang diproduksi hati dari lemak yang disimpan sebagai pengganti gula, atau glukosa.
Tapi tidak semua diet keto diciptakan sama. Pengikut Clean keto, atau apa yang dianggap sebagai diet keto "tradisional", fokus pada makan bahan utuh yang tidak diproses.
Dirty keto, di sisi lain, adalah versi modifikasi dari keto yang mengizinkan junk food dan makanan yang tinggi gula dan natrium.
Dirty keto tidak memiliki banyak manfaat kesehatan seperti clean keto karena mengonsumsi makanan berkualitas rendah dapat menyebabkan berkurangnya asupan zat gizi mikro seperti kalsium, magnesium, asam folat, serta vitamin C, D, dan K. Selain itu, tambahan gula dalam makanan dirty keto dapat mencegah orang mencapai keadaan ketosis yang didambakan.
Dengan begitu banyak (sering bertentangan) informasi di luar sana, sulit untuk mengetahui apa yang harus dipercaya tentang keto. Berikut adalah mitos yang paling banyak kita dengar tentang diet keto.
Mitos #1: Anda Tidak Dapat Makan Buah dan Sayuran
Keto pada intinya, diet yang rendah karbohidrat, dan ya, banyak buah dan sayuran yang mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi tidak diperbolehkan. Namun pelaku diet keto bisa makan buah beri (dalam porsi kecil), bersama dengan sejumlah sayuran. Jika Anda mengikuti keto, lanjutkan dan makan sayuran hijau seperti kangkung, bayam, kembang kol, brokoli, asparagus, paprika, bawang merah, bawang putih, dan jamur.
Mitos #2: Penurunan Berat Badan adalah Satu-Satunya Manfaat
Meskipun diet keto paling sering dikaitkan dengan penurunan berat badan, sebenarnya diet keto memiliki sejumlah manfaat terkait kesehatan lainnya. Para pelaku diet keto akan memiliki kulit yang lebih bersih, fungsi otak yang lebih baik, dan bahkan penurunan risiko kanker tertentu. Yayasan Epilepsi bahkan menyarankan bahwa diet keto telah membantu beberapa orang mengendalikan kejang.