Meskipun cegukan mungkin mengganggu, sebenarnya bisa bermanfaat bagi kesehatan bayi Anda. Pelajari tentang penyebab cegukan bayi baru lahir dan cara mengatasinya.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Meskipun mengganggu, cegukan sebenarnya bisa bermanfaat bagi perkembangan bayi Anda. Memang, sebuah studi oleh University College London (UCL), yang diterbitkan dalam Clinical Neurophysiology 2019, mengklaim bahwa cegukan mengirimkan gelombang sinyal otak yang membantu bayi Anda mengatur pernapasannya. Penelitian ini dilakukan pada 13 bayi baru lahir prematur dan cukup bulan.
Menurut Dr. Lorenzo Fabrizi, penulis senior studi tersebut, "Aktivitas yang dihasilkan dari cegukan dapat membantu otak bayi untuk belajar memantau otot pernapasan sehingga pada akhirnya pernapasan dapat dikontrol secara sukarela dengan menggerakkan diafragma ke atas dan ke bawah.”
Mengapa Bayi Baru Lahir Bisa Cegukan?
Cegukan terjadi ketika diafragma, otot pernapasan di dasar dada, teriritasi dan kejang. Karena perut dan batang tubuh bayi kecil, tidak perlu banyak waktu untuk mengisi perutnya hingga penuh dan mendorongnya ke atas ke dalam diafragma.
Terlebih lagi, "kemampuan menelan dan bernapas bayi Anda belum sepenuhnya sinkron," kata Peter Vishton, Ph.D., kepala peneliti di Child Development Research Center di College of William & Mary, di Williamsburg, Virginia. "Bayi mungkin mencoba menelan pada saat yang sama dia menarik napas, dan itulah yang memicunya."
Tapi mengapa cegukan bayi bertahan begitu lama? "Dia masih belajar bagaimana mengurai pola-pola buruk ini, jadi dia membutuhkan waktu lebih lama daripada yang dibutuhkan orang dewasa atau bahkan anak yang lebih tua untuk kembali normal," kata Dr. Vishton.
Cara Mengatasi Bayi Cegukan
Meskipun cegukan bermanfaat untuk bayi baru lahir, beberapa kasus bisa sangat mengganggu. Menyusui bayi Anda atau memberi mereka botol dapat membantu menyingkirkannya, tetapi jika mereka masih dalam pola menahan cegukan, pertimbangkan untuk membawanya ke tempat yang tenang.
Cegukan juga bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda merasa kewalahan oleh lingkungannya. Bayi yang baru lahir tidak pandai memblokir kebisingan saat mereka bangun. Maka, hindari bayi Anda dari situasi bising, dan matikan lampu kamarnya. Segera cegukannya akan berhenti.
Cegukan yang sering juga bisa menjadi tanda refluks, karena dapat dipicu oleh kejang kerongkongan dan udara berlebih di perut. Jika si kecil juga mengalami tanda-tanda refluks lainnya—seperti muntah, meludah, menolak makan, lekas marah, batuk, atau tersedak—sampaikan kekhawatiran Anda kepada dokter anak.