Jakarta, tinjauindonesia.id - Bahaya kanker serviks masih mengancam kamu perempuan. Pada saat kanker serviks sudah berada pada stadium lanjut, pada saat itu, kondisi saat sel-sel kanker berkembang dan tumbuh di jaringan atau organ sekitar serviks.
Berbagai macam gangguan akan dialami perempuan pada saat sel kanker di serviks dan organ lainnya bertumbuh pesat.
Apa saja tandanya? Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai kaum perempuan.
- Perdarahan saat atau setelah hubungan seks.
- Sembelit atau susah buang air besar (BAB).
- Diare
- Nyeri atau pendarahan dari rektum saat buang air besar.
- Urine terkontaminasi darah (hematuria).
- Kehilangan kontrol kandung kemih (inkontinensia urin).
- Sakit tulang.
- Pembengkakan pada salah satu kaki.
- Sakit parah di tubuh bagian samping atau punggung akibat pembengkakan ginjal atau disebut hidronefrosis.
- Kehilangan selera makan.
- Berat badan turun drastis.
- Lelah berkepanjangan, hilang energi.
Baca Juga: Penyebab Keguguran Yang Perlu Diwaspadai
Perempuan yang mengalami hal-hal di atas sebaiknya segera pergi ke dokter untuk berkonsultasi.
Biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan ginekologi lengkap, termasuk pap smear untuk mengetahui apakah Anda menderita kanker serviks dan seberapa parah penyebaran sel kanker.
Apa penyebab kanker serviks? Menurut para ahli, sebagian besar penyebab kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (human papilomavirus).
Virus HPV dapat menyebar melalui kontak seksual, yaitu anal, oral, atau vaginal (penetrasi). Kebanyakan virus HPV akan mati dengan sendirinya karena kekebalan atau sistem imun pada tubuh manusia.
Namun, jika tubuh tidak dapat melawan virus tersebut maka bisa memicu berbagai penyakit, termasuk kanker serviks. HPV adalah penyebab kanker serviks, untuk itu diperlukan vaksin untuk mencegah virus ini.
Kaum perempuan juga perlu melakukan pemeriksaan ginekologi, mulai dari pap smear hingga biopsy untuk mengetahui kondisi organ reproduksinya.
Artikel Terkait
Penyebab Keguguran Yang Perlu Diwaspadai
Mudah Marah? Ini Tips Supaya Kemarahan Tidak Berujung Kekerasan