Waspada Gejala Kanker Serviks

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Selasa, 24 Januari 2023 | 00:08 WIB
Ilustrasi Kanker Serviks (freepik.com/author/freepik)
Ilustrasi Kanker Serviks (freepik.com/author/freepik)

Jakarta, tinjauindonesia.id - Bahaya kanker serviks masih mengancam kamu perempuan. Pada saat kanker serviks sudah berada pada stadium lanjut, pada saat itu, kondisi saat sel-sel kanker berkembang dan tumbuh di jaringan atau organ sekitar serviks.

Berbagai macam gangguan akan dialami perempuan pada saat sel kanker di serviks dan organ lainnya bertumbuh pesat.

Apa saja tandanya? Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai kaum perempuan.

  • Perdarahan saat atau setelah hubungan seks.
  • Sembelit atau susah buang air besar (BAB).
  • Diare
  • Nyeri atau pendarahan dari rektum saat buang air besar.
  • Urine terkontaminasi darah (hematuria).
  • Kehilangan kontrol kandung kemih (inkontinensia urin).
  • Sakit tulang.
  • Pembengkakan pada salah satu kaki.
  • Sakit parah di tubuh bagian samping atau punggung akibat pembengkakan ginjal atau disebut hidronefrosis.
  • Kehilangan selera makan.
  • Berat badan turun drastis.
  • Lelah berkepanjangan, hilang energi.

Baca Juga: Penyebab Keguguran Yang Perlu Diwaspadai

Perempuan yang mengalami hal-hal di atas sebaiknya segera pergi ke dokter untuk berkonsultasi.

Biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan ginekologi lengkap, termasuk pap smear untuk mengetahui apakah Anda menderita kanker serviks dan seberapa parah penyebaran sel kanker.

Apa penyebab kanker serviks? Menurut para ahli, sebagian besar penyebab kanker serviks  disebabkan oleh virus HPV (human papilomavirus).

Virus HPV dapat menyebar melalui kontak seksual, yaitu anal, oral, atau vaginal (penetrasi). Kebanyakan virus HPV akan mati dengan sendirinya karena kekebalan atau sistem imun pada tubuh manusia.

Namun, jika tubuh tidak dapat melawan virus tersebut maka bisa memicu berbagai penyakit, termasuk kanker serviks. HPV adalah penyebab kanker serviks, untuk itu diperlukan vaksin untuk mencegah virus ini.

Kaum perempuan juga perlu melakukan pemeriksaan ginekologi, mulai dari pap smear hingga biopsy untuk mengetahui kondisi organ reproduksinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Viral, KPR Rumah di bawah Instalasi SUTET

Minggu, 2 April 2023 | 10:54 WIB

Kasus TB di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Jumat, 24 Maret 2023 | 15:26 WIB

Panduan Menurunkan Kolesterol Jahat

Jumat, 24 Maret 2023 | 14:52 WIB

Kenali Penyebab Radang Sendi Yang Umum Terjadi!

Jumat, 24 Maret 2023 | 14:40 WIB

Cara Mengutamakan Diet Organik Sehat

Kamis, 23 Maret 2023 | 17:56 WIB

Tanda Infertilitas yang Jangan Pernah Anda Abaikan

Kamis, 23 Maret 2023 | 11:43 WIB

Penyebab Terlambat Menstruasi (Selain Kehamilan)

Selasa, 21 Maret 2023 | 15:37 WIB

Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Selasa, 21 Maret 2023 | 12:30 WIB

Apakah Antioksidan Dapat Membahayakan Kesehatan?

Selasa, 21 Maret 2023 | 10:30 WIB

Mengenal Seluk-Beluk Antioksidan

Selasa, 21 Maret 2023 | 10:00 WIB

Atasi Anxiety Dengan Cara Ini

Selasa, 21 Maret 2023 | 09:30 WIB

Seperti Apa Rasanya Anxiety atau Kecemasan?

Selasa, 21 Maret 2023 | 09:00 WIB

Bisakah Anda Hamil Saat Menstruasi?

Selasa, 21 Maret 2023 | 08:30 WIB

Cara Membuat Pure Wortel untuk Bayi

Selasa, 21 Maret 2023 | 08:00 WIB

Mengenal Demensia

Senin, 20 Maret 2023 | 12:03 WIB

Bisakah Kanker Dideteksi oleh MRI?

Senin, 20 Maret 2023 | 11:22 WIB

Mitos Tentang Diet Keto

Minggu, 19 Maret 2023 | 11:45 WIB

Semua Tentang Nyeri Punggung Atas Selama Kehamilan

Minggu, 19 Maret 2023 | 08:30 WIB

Terpopuler

X