Peristiwa itu adalah penampakan Bunda Maria di Lourdes, Prancis kepada seorang gadis desa, yang bernama Bernadette Soubirous.
Pesan Bunda Maria dalam sejarah penampakan itu adalah mendoakan orang sakit. Sejak itu, Gereja Katolik meyakini penting bagi Gereja untuk berdoa bagi orang sakit.
Baca Juga: Gunung Karangetang di Sulut Keluarkan Lava, Warga Mulai Mengungsi
Tema yang diangkat dalam Hari Orang Sakit Sedunia 2023 ialah “Rawatlah Dia”, berangkat dari kisah Samaria yang baik hati. Orang Samaria memanggil pemilik penginapan untuk “merawat dia” (Luk. 10:35).
Yesus menujukan panggilan yang sama kepada masing-masing dari kita. Ia mengutus kita, “pergilah dan pebuatlah demikian” (Luk. 10:37),” tulis website Karya Kepausan Indonesia (KKI)
Pada masa pandemi Covid-19, Gereja Katolik mengajak umat manusia untuk mengarahkan diri ke tempat suci Lourdes.
Baca Juga: Polresta Tangerang Lakukan Uji Coba Drone untuk Tilang Elektronik
“Pandemi Covid-19 membuat kita terkadang tidak berani (bahkan) hanya sekedar menjenguk orang yang sakit. Sehingga banyak orang yang merasa kurang mendapatkan perhatian,” tulis KKI.
Pada Hari Orang Sakit Sedunia, biasanya Paus Gereja Katolik akan mengunjungi rumah sakit di Italia.
Di Indonesia, rumah-rumah sakit Katolik merayakannya dengan perayaan ibadah. ***
Artikel Terkait
Vaksinasi Booster Kedua Dibuka
Presiden Joko Widodo: Tak Ada Resesi Seks di Indonesia
Ini Lokasi Vaksin Booster Kedua di Jakarta Timur
8 Hal Soal Covid-19 yang Masih Perlu Jadi Perhatian