Jakarta, tinjauindonesia.id – Selain petunjukan Barongsai Tonggak dan Liong, Chinese Traditional Dance, dan Chinese Music Performance, perayaan Cap Go Meh bertajuk “Happy Cap Go Meh” di Mal Ciputra Jakarta juga menghadirkan Chef Eddrian Tjhia yang menjelaskan sejarah dan fakta terkait Lontong Cap Go Meh.
Cap Go Meh merupakan akhir dari rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang dilakukan tiap hari ke-15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa atau dua minggu setelah Tahun Baru Imlek.
Dalam perayaan ini, biasanya ada banyak sajian kuliner khas yang menggugah selera, salah satunya adalah Lontong Cap Go Meh.
Chef Eddrian Tjhia mengatakan, seperti namanya, lontong Cap Go Meh ini menjadi santapan khas umat Tionghoa di perayaan Cap Go Meh.
“Tak cuma karena lezat, Lontong Cap Go Meh pun dianggap sebagai makanan khas Imlek yang juga membawa keberuntungan,” ujar Chef Eddrian saat melakukan demo masak di Mal Ciputra Jakarta, Minggu (5/4/2023).
Baca Juga: Melihat Keseruan Happy Cap Go Meh di Mal Ciputra Jakarta
Menurut Chef Eddrian, masih banyak yang salah kaprah tentang bahan utama Lontong Cap Go Meh.
Karena banyak masyarakat yang kerap menyamakan ketupat dengan lontong untuk membuat Lontong Cap Go Meh. Padahal, keduanya jelas berbeda.
“Banyak yang mengira ketupat itu adalah Lontong Cap Go Meh. Padahal, lontong itu ya yang ini, yang bentuknya panjang,” ujar Chef Eddrian
Ini yang namanya lontong Cap Go Meh, bentuknya panjang, dan dibungkus daun pisang karena aromanya lebih wangi.
“Bukan ketupat ya, nanti namanya jadi ketupat Cap Go Meh,” candanya.
Baca Juga: Besok, Klenteng Hik Lay Kiong Adakan Kirab Budaya Cap Go Meh
Chef Eddrian menceritakan asal muasal Lontong Cap Go Meh.
Menurutnya Lontong Cap Go Meh merupakan perpaduan masakan khas Indonesia dan Tionghoa.