Warna dan bentuknya yang indah membuat mawar menjadi salah satu bunga yang paling terkenal. Namun selain itu, siapa sangka mawar juga dapat dimakan?
Jakarta, tinjauindonesia.id - Mawar hadir dalam rangkaian bentuk, ukuran, dan corak yang menakjubkan, menjadikannya bunga yang benar-benar beragam dan favorit di pekarangan di seluruh negeri. Tahukah Anda tentang fakta-fakta menarik di balik bunga cinta ini?
Mawar Merupakan Salah Satu Bunga Tertua
Tidak heran jika mawar telah dirujuk dalam literatur dan musik selama berabad-abad. Para arkeolog telah menemukan fosil mawar yang berumur 35 juta tahun. Yang lebih mengejutkan lagi, mawar tertua yang masih hidup berumur 1.000 tahun. Mawar abadi yang mengesankan ini tumbuh di dinding di Katedral Hildesheim di Jerman.
Anda Bisa Makan Mawar
Kelopaknya dapat dimakan dan air mawar (terbuat dari perendaman kelopak dalam air) sering ditambahkan ke jeli atau selai, atau digunakan sebagai penyedap masakan India dan Cina. Mawar juga menumbuhkan buah berbentuk berry yang disebut rose hips. Buahnya bisa berwarna oranye, merah, ungu tua, atau bahkan hitam. Rose hips mengandung vitamin C dan dapat digunakan dalam koktail atau dikeringkan untuk membuat teh yang menyegarkan.
Wewangian Mawar Digunakan dalam Parfum
Aroma mawar adalah aroma bunga yang populer, dan bahkan digunakan dalam banyak parfum wanita. Secara khusus, minyak mawar telah menjadi bahan penting dalam industri parfum selama berabad-abad. Proses mengekstraksi minyak mawar dari bunga membutuhkan jumlah bunga mawar yang sangat banyak; hanya satu gram minyak yang dihasilkan dari dua ribu mawar.
Setiap Warna Mawar Memiliki Arti Yang Berbeda