Besok, Klenteng Hik Lay Kiong Adakan Kirab Budaya Cap Go Meh

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Sabtu, 4 Februari 2023 | 19:37 WIB
Kirab budaya Cap Go Meh di Bekasi (Teropong Indonesia)
Kirab budaya Cap Go Meh di Bekasi (Teropong Indonesia)

Bekasi, tinjauindonesia.id - Klenteng Hok Lay Kiong, yang merupakan kelenteng tertua di Bekasi siap melangsungkan kembali kirab budaya Cap Go Meh pada hari Minggu (5/2/2022) besok.

Kirab ini baru kembali dilaksanakan setelah 2 tahun absen akibat pandemi,

Kirab Cap Go Meh akan dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB dengan mengelilingi sejumlah ruas jalan dan diperkirakan selesai sekitar pukul 17.00 WIB.

Dilansir dari tinjau.id, warga dan traveler dapat menonton jalannya kirab Cap Go Meh tersebut. Baik di area sekitar klenteng, di Jalan Kenari I No. 1 Kota Bekasi, Jawa Barat ataupun di sejumlah ruas jalan yang dilalui.

Baca Juga: Polda Kaltim Tetapkan 5 Tersangka Pencurian Onderdil Alat Berat di IKN

“Arahnya nanti Jalan Kartini, Juanda, Agus Salim, Teluk Buyung, Alun-alun, lalu kembali ke Klenteng lagi. Mungkin perjalanannya sekitar 2 – 3 jam,” ujar Ketua Klenteng Hok Lay Kiong, Benny Gunawan, Kamis (2/2/23) lalu.

Kirab budaya tersebut, lanjut Benny, tidak hanya berbau Tionghoa tetapi juga menyuguhkan budaya dan kultur lokal.

Tahun ini, kirab budaya Cap Go Meh juga akan mementaskan ondel-ondel dan reog Ponorogo.

Selain itu kirab, budaya melibatkan Paskibraka, Pramuka, drum band dari TNI, pawai mobil hias, odong-odong, pakaian adat, dan sisingaan.

Baca Juga: Sidang Tragedi Kanjuruhan, Suko Sutrisno Dituntut 6 Tahun 8 Bulan Penjara

“Nanti kita ada gotong joli. Joli biasanya ada isi patung-patung dewa dari klenteng Hok Lay Kiong.  Ada paskibraka dari sekolah Ananda, ada kebudayaan lokal kaya reog Ponorogo, ada drum band dari TNI, perpaduan berbagai macam kebudayaan,” papar Benny.

Walaupun identik dengan etnis Tionghoa, tetapi Klenteng Hok Lay Kiong telah secara rutin menyelenggarakan pawai dengan kolaborasi dan perpaduan kultur. Perayaan dengan perpaduan dan kolaborasi tersebut, bagi Benny, memiliki makna tersendiri.

“Cap Go Meh yang kita lakukan bukan tradisi Tionghoa saja. Ada reog Ponorogo, ada drum band dan lain-lain. Tujuannya supaya sesudah kita kirab Kota Bekasi, khususnya warganya bisa aman, damai, dan tentram,” ujarnya.

Benny juga membeberkan pemaknaan dari kirab patung dewa dalam joli.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Sumber: tinjau.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X