Bit benar-benar sedang tren. Dari jus hingga hummus hingga salad, bit muncul di mana-mana, menambah warna, antioksidan, dan rasa di setiap kesempatan. Apa saja fakta di baliknya?
Jakarta, tinjauindonesia.id - Bit dikenal karena rasa dan aromanya yang enak. Selain membawa semburat warna ke piring Anda, bit sangat bergizi dan dikemas dengan vitamin, mineral, dan senyawa tanaman penting, banyak di antaranya memiliki khasiat obat. Terlebih lagi, mereka enak dan mudah untuk ditambahkan ke makanan Anda dalam hidangan seperti bit panggang balsamic, hummus, kentang goreng, dan salad, di antara banyak lainnya.
Berikut 10 fakta yang menarik untuk Anda ketahui.
- Bit awalnya dibudidayakan sekitar 2.000 SM di wilayah Mediterania, yang membuatnya cocok secara alami untuk diet Mediterania yang menyehatkan jantung.
- Saat dipanen, keseluruhan tanaman dapat dimakan, mulai dari ujung daunnya, hingga akarnya yang panjang dan runcing.
- Pada zaman dahulu, bagian akarnya tidak digunakan untuk memasak melainkan sebagai obat untuk mengobati gangguan yang menyakitkan pada masa itu, seperti sakit kepala dan sakit gigi.
- Kini, bit dikonsumsi sebagai gula, sayuran hijau, sebagai sayuran akar, atau untuk pakan ternak.
- Bit terbesar di dunia ditanam oleh seorang Belanda. Beratnya lebih dari 156 pon.
- Penelitian telah menunjukkan bahwa antioksidan unik dan agen anti-inflamasi tingkat tinggi yang ditemukan dalam bit berkontribusi pada pengurangan risiko berbagai jenis kanker.
- Bit juga telah terbukti mendukung proses detoksifikasi dalam tubuh. Senyawa betalin yang ditemukan dalam bit, yang memberi mereka warna merah, membantu menangkap racun yang menyusahkan dan mengeluarkannya dari sistem melalui saluran kemih.
- Bit dan sayurannya merupakan sumber folat, vitamin A dan K yang sangat baik, dan sumber mangan, tembaga, dan potasium yang sangat baik.
- Bit mengandung serat tinggi, yang membantu rasa kenyang dan keteraturan.
- Jus bit adalah salah satu sumber makanan antioksidan terkaya dan nitrat alami. Nitrat (jangan bingung dengan nitrit!) adalah senyawa yang meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh — termasuk otak, jantung, dan otot