Jakarta, tinjauindonesia.id - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, Partai Demokrat dan Partai Nasdem menolak wacana sistem pemilu proporsional tertutup.
Menurut AHY, Partai Demokrat dan Nasdem akan menjadi garda terdepan untuk menolak wacana sistem pemilu proporsional tertutup tersebut.
Demikian disampaikan AHY usai menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, Rabu (22/2/2023) siang.
Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menggelar pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat AHY di Kantor DPP Partai Demokratd di Jakarta, Rabu.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya Anak Pengurus GP Ansor
Hujan yang sempat mengguyur tidak menyurutkan pertemuan kedua ketua umum tersebut.
AHY tampak dengan sigap memayungi Surya Paloh ketika tiba di depan Kantor DPP Demokrat.
Pertemuan dua tokoh partai tersebut didampingi oleh sejumlah pengurus kedua partai.
AHY menyebutkan, tadi sudah membahas. Nasdem maupun Demokrat menolak isu yang saat ini terus meresahkan yaitu wacana sistem pemilu proporsional tertutup versus proporsional terbuka.
AHY menambahkan sistem pemilu proporsional tertutup tidak relevan dengan perkembangan dan perubahan zaman yang telah bangsa Indonesia lewati selama ini.
Baca Juga: Imbas Hilirisasi, Sri Mulyani: Penerimaan Bea Keluar Turun 68,1%
Jika sistem pemilu berubah menjadi sistem proporsional tertutup, hal itu malah akan menyebabkan demokrasi Indonesia mundur.
Tidak hanya itu, sistem itu juga akan merampas hak rakyat dalam memilih wakil rakyatnya.
AHY menilai, sistem proporsional terbuka adalah sistem yang lebih relevan dan dibutuhkan oleh demokrasi Indonesia yang majemuk dan dinamis seperti saat ini.
Artikel Terkait
Lebih Kurang Sistem Proporsional Tertutup Pemilu
Canda Erick Thohir di Perayaan HUT Megawati Soal Capres PDIP
Sistem Pemilu 2024, Bamsoet Sarankan Gunakan Proposional Terbuka dan Tertutup