TINJAUINDONESIA.ID - Tidak dapat dipungkiri bahwa pendapat tentang orang Bugis mengenal lima gender sudah menjadi diskursus nasional. Tidak sedikit, orang Bugis juga menerima pendapat tersebut. Sebenarnya, pendapat ini bermula dari hasil penelitian etnografi sarjana Barat yang dilakukan oleh Cristian Pelras, Antropolog asal Prancis yang menulis buku dengan judul The Bugis atau Manusia Bugis yang terbit pada tahun 1996.
Dalam bukunya, Cristian Pelras membagi kategori manusia Bugis menjadi lima yaitu :
- Orowane : Laki-laki
- Makkunrai : Perempuan
- Calabai : Laki-laki berpenampilan perempuan
- Calalai : Perempuan berpenampilan laki-laki
- Bissu : Pemegang otoritas kepercayaan orang Bugis terdahulu
Dan ini yang menjadi dasar bagi peneliti sarjana barat setelahnya. Semisal, Sharyn Graham Davies, Antropolog asal Australia.
Sharyn Graham Davies juga menulis buku yang berjudul (terjemahan) Keragaman Gender di Indonesia yang terbit pada tahun 2007/2018. Dari tulisan inilah Davies secara eksplisit mengatakan ‘’Five Genders’’dalam Bugis.
Tulisan ini sangat mempengaruhi cara berpikir masyarakat Indonesia terhadap Bugis. Bahwa ternyata di bagian Indonesia timur terdapat suku Bugis yang mengenal adanya lima gender.
Hal itu bisa dilihat, munculnya channel YouTube, atau artikel yang membahas dan membangun narasi bahwa orang Bugis mengenal adanya lima gender. Bahkan media mainstream sekalipun ikut merilis narasi tersebut.
Sayangnya, narasi ini sering dijadikan dalil legitimasi kultural oleh kaum LGBT agar perilakunya diterima di Indonesia.
Contoh aktivis, pendukung kaum LGBT, Prof. Saskia E. Wieringa penulis buku berjudul (terjemahan) Lesbian, Biseksual, Trans : Sejarah Gerakan Politik di Indonesia yang terbit pada akhir tahun 2025. Juga menjadikan narasi five genders dalam Bugis sebagai bahan kampanyenya agar masyarakat Indonesia menerima perilaku kaum LGBT.
Bantahan Kultural dan Etimologis
Artikel Terkait
Kemkomdigi Ungkap Serangan Bot Internasional Sebar Promosi Judi Online di Media Sosial
OJK, UNODC, dan Satgas PASTI Perkuat Kerja Sama Regional Berantas Penipuan Daring di Asia Tenggara
Drama Adu Penalti Hentikan Langkah Belanda, Maroko Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Finis sebagai Runner-up Grup A, Bulukumba United Lolos ke Semifinal ISL Nasional 2026
46 Personel Polres Bulukumba Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Sempat Buron, Potensi Kini Dalami Potensi Tersangka Baru yang Bantu Pelarian Taufik Hidayat
Klarifikasi Oknum Nakes yang Buat Konten Bayi NICU, Minta Maaf dan Mengaku Tak Menyangka Bakal Viral
Usut Tuntas Mafia Tambang Kalipuro, Praktisi Hukum Akan Berkirim Aduan ke PPATK Guna Buru Aktor Intelektual di Balik Joko Jatmiko
Skandal Wafatnya dr. Icha Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Intimidasi terhadap Dokter
PP LIDMI Dukung Penuh Desakan MUI untuk Hukuman Pidana bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT