Jakarta, tinjauindonesia.id - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyarankan agar sistem Pemilu 2024 kembali menggunakan sistem proporsional terbuka dan tertutup.
Menurut Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo sistem kombinasi itu akan lebih baik digunakan pada Pemilu 2024.
"Saya melihat ini kan soal pilihan. Dua-duanya mengandung konsekuensi yang berbeda. Kalau kita memilih tertutup maka konsekuensinya membuka peluang bagi kader-kader partai yang selama ini tidak mampu bersaing dengan kader-kader yang memiliki banyak uang," kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (19/2/2023).
"Yang terbaik menurut saya sih kita kombinasi dua sistem tersebut seperti yang berlaku di Jerman,” lanjut Bamsoet.
Baca Juga: Buron 7 Bulan, Bupati Memberamo Tengah Diringkus KPK
Bamsoet mengatakan sistem kombinasi tersebut pernah digagasnya saat menjabat sebagai Ketua DPR.
“Kita pernah gagas waktu saya ketua DPR. Tapi kemudian kan tidak bisa dilanjutkan," tambahnya.
Bamsoet melanjutkan, antara proporsional terbuka (coblos caleg) dan proporsional tertutup (coblos parpol) mempunyai konsekuensi berbeda.
Dengan sistem tertutup partai harus menyiapkan uang yang besar agar dapat merebut kursi yang banyak.
“Nah kalau terbuka partai menyerahkan sepenuhnya pendanaan pemilu pada perjuangan kader-kader di lapangan. Tetapi tidak menjamin kader-kader yang berdarah-darah selama ini yang memiliki kualitas yang bagus," tandasnya. ***
Artikel Terkait
Canda Erick Thohir di Perayaan HUT Megawati Soal Capres PDIP
Fadli Zon: Diplomasi Parlemen Diperlukan untuk Wujudkan Stabilitas di ASEAN
Segera Disampaikan ke Presiden, Komisi I Pastikan Rekam Jejak 13 Calon Dubes Tidak Ada Masalah