Jakarta, tinjauindonesia.id - Peran media massa sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas), terutama di tahun politik.
Menyadari hal itu, Divisi Humas Polri menggandeng sejumlah media massa untuk meningkatkan sosiisasi guna mewujudkan pemilihan umum (pemilu) yang aman dan kondusif dalam bingkai NKRI.
Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam Rakernis Divisi Humas Polri, Jumat (3/3/23) kemarin.
"Kolaborasi yang dibangun Divisi Humas Mabes Polri dan media massa adalah bagaimana menggelorakan pemilu yang aman, yang tetap menjaga NKRI” kata Dedi.
Dedi mengingatkan, menjaga kondusifitas adalah tugas bersama. Hal itu harus disadari oleh seluruh pihak, mengingat situasi politik yang mulai hangat sudah mulai terjadi saat ini.
Baca Juga: Bawaslu: Putusan PN Jakpus Tidak Bisa Jadi Landasan Penundaan Pemilu 2024
Dedi kembali mengingatkan pelajaran pada Pemilu 2019. Polarisasi, politik berita, kampanye hitam, hoaks, sempat terjadi.
"Ancaman-ancaman itu harus diperangi bersama jelang Pemilu 2024, bahkan usai pemilihan," tuturnya.
Menurutnya, kepentingan yang lebih besar adalah menjaga keberagaman, toleransi beragama, dan juga kesatuan di negara tercinta Republik Indonesia ini.
Artikel Terkait
Sistem Pemilu 2024, Bamsoet Sarankan Gunakan Proposional Terbuka dan Tertutup
Pemilu 2024, Mahfud MD: Tidak Ada Penundaan
Bawaslu: Putusan PN Jakpus Tidak Bisa Jadi Landasan Penundaan Pemilu 2024