Balikpapan, tinjauindonesia.id – Wajah baru Simpang Lima Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur dalam sepekan terakhir menjadi buah bibir warganet.
Beragam desain lukisan mural yang menghiasi kawasan tersebut menjadi perhatian masyarakat. Tak heran, dengan wajah baru tersebut, kini Simpang Lima Rapak menjadi salah satu spot foto favorit.
Dilansir dari tinjau.id, lukisan mural yang menghiasi kawasan SImpang Lima Rapak Balikpapan tersebut mayoritas bertema kearifan lokal.
Sejumlah karya menjadi ikonik, seperti lukisan bayi beruang madu atau wajah seorang penari Dayak yang cantik.
Baca Juga: Penasihat Hukum Baiquni : Ada Perbedaan Soal Menerima Perintah dengan Ricky
Lukisan tersebut merupakan karya dari belasan pelukis muda berbakat dari komunitas mural Balikpapan.
Salah satu anggota komunitas, Wahyu Rizky mengatakan selain menggambarkan sejumlah ikon Kota Balikpapan, konsep lukisan mural tersebut juga menggambarkan bahwa Balikpapan telah siap untuk menyambut Ibukota Negara Nusantara (IKN).
“Konsepnya dari teman-teman ini ingin menggambarkan beberapa ikon-ikon kota Balikpapan. Dan juga kebetulan Kota Balikpapan ini sebagai salah satu kota yang ada di ibukota negara nih. Jadi gambaran kami di sini merupakan poyeksi untuk menyambut IKN di Kalimantan Timur,” kata Wahyu.
Baca Juga: Panglima TNI: Pilot Susi Air Tidak Disandera OPM
Menurut Wahyu, lukisan mural yang menghiasi Simpang Lima Rapak Balikpapan juga bertujuan untuk mengubah kesan horor dan mistis yang selama ini menyelimuti Simpang Lima Rapak.
Mengapa horor? Pasalnya, turunan Simpang Lima Rapak kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas yang merenggut puluhan nyawa para pengguna jalan.
“Seperti diketahui, turunan Simpang Lima Rapak ini kan identik dengan suasana seram, horor, dan mistis. Jadi dengan aneka gambar yang berwarna kami ingin supaya tidak berkesan horor lagi gitu,” imbuhnya.
Baca Juga: Asmono: Jurnalisme Berkualitas Perlu Pemantauan Media yang Berkelanjutan
Wahyu menambahkan untuk melukis keseluruhan mural yang menghiasi Simpang Lima Rapak tersebut, belasan pelukis membutuhkan waktu selama lebih dari satu pekan.
Artikel Terkait
Ketupat Sayur, Menu Sarapan Nikmat yang Banyak Digemari
Pinggir Danau Citra 8 Jadi Tempat Favorit Baru Olahraga dan Bersantai
Asal Muasal Lontong Cap Go Meh versi Chef Eddrian Tjhia
Nong Poy, Transgender Tercantik di Dunia Akan Dinikahi Anak Konglomerat Thailand