Asmono: Jurnalisme Berkualitas Perlu Pemantauan Media yang Berkelanjutan

photo author
Fredericus Hardiyanto, Tinjau Indonesia
- Rabu, 8 Februari 2023 | 13:42 WIB
Pengurus Pusat Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) saat bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya didampingi anggota Dewan Pers, Asmono Wikan (Foto : istimewa)
Pengurus Pusat Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) saat bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya didampingi anggota Dewan Pers, Asmono Wikan (Foto : istimewa)

Medan, tinjauindonesia.id  - Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers,
Asmono Wika menegaskan  jurnalisme berkualitas memerlukan pemantauan media yang berkelanjutan.

Namun sayangnya, jumlah pemantau media di Indonesia kian hari kian berkurang.

Demikian disampaikan Asmono  dalam "Diskusi Publik Pemantauan Media untuk Jurnalisme Berkualitas" yang digelar di Hotel Santika Dyandra Medan, Sumatra Utara, Selasa (7/2/2023).

Diskusi publik ini merupakan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) yang dilaksanakan di Medan, Sumatra Utara.

Asmono mengatakan di tengah derasnya arus informasi lewat berbagai platform media, publik berhak memantau media untuk memastikan agar jurnalisme tetap berkualitas.

Menurut Asmono, hal itu termaktub dalam UU Nomor 40 Tahun 199 tentang Pers Pasal 17.

Disebutkan, masyarakat dapat melakukan kegiatan untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan menjamin hak memperoleh informasi yang diperlukan.

 

Baca Juga: Wali Kota Probolinggo Sediakan Rumah Dinas untuk Pengantin yang Ingin Bulan Madu

Asmono menambahkan, lembaga pemantau media yang ada juga sangat minim aktivitasnya.

Terdapat beberapa hal yang diduga merupakan penyebab dari fenomena ini, yaitu
kebutuhan logistik finansial yang cukup besar, sulitnya menjaga konsistensi program
pemantauan media, minimnya mitra media yang dapat dipantau, minimnya minat SDM
peneliti pemantauan media, dan memantau media bukanlah kegiatan yang menarik bagi
praktisi komunikasi.

“Padahal isu tentang pers bisa berkembang jika masyarakat ikut bergerak memantau,”
katanya.

Asmono menyebutkan bila pemantauan media dilakukan secara berkelanjutan, akan
hadir dampak-dampak positif bagi masyarakat maupun bagi insan pers itu sendiri.

Baca Juga: Buronan Interpol Italia Antonio Strangio Ditangkap di Bali

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fredericus Hardiyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X