Tradisi Punggahan dilakukan warga di sejumlah daerah di Jawa dengan cara berbeda-beda. Tradisi ini untuk menyambut datangnya bulan Ramadan.
Jakarta, tinjauindonesia.id - Dalam hitungan hari, umat muslim akan memasuki bulan Ramadan. Mereka menyambut Ramadan dengan suka cita.
Tak terkecuali di Indonesia, berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi unik menyambut Ramadan, salah satunya tradisi Punggahan.
Tradisi Punggahan dilakukan warga di sejumlah daerah di Jawa dengan cara berbeda-beda.
Tradisi ini bertujuan untuk mengingatkan umat Islam bahwa Ramadan akan segera tiba, dan juga untuk mengirim doa kepada leluhur yang telah meninggal dunia.
Baca Juga: Pemkab Bogor Larang Hiburan Malam Beroperasi di Bulan Ramadhan
Dilansir dari karya tulis Salma Al Zahra Ramadhani dan Nor Mohammad Abdoeh yang berjudul "Tradisi Punggahan Menjelang Ramadan (Studi di Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang)", punggahan berasal dari kata munggah yang dalam bahasa Jawa diartikan sebagai naik, mancat, atau memasuki tempat yang lebih tinggi.
Punggahan merupakan tradisi mengirim doa kepada leluhur yang sudah meninggal dunia menjelang datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini juga sebagai bentuk berdoa dan bersyukur naik ke bulan mulia, yaitu bulan suci Ramadan.
Ramadan merupakan bulan yang selalu ditunggu kedatangannya di seluruh dunia terutama oleh umat muslim.
Tradisi punggahan diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga saat menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa terutama Jawa Tengah.
Kala itu Sunan Kalijaga menggunakan metode akultrasi budaya saat penyebaran agama Islam.
Baca Juga: Bisnis Yang Hasilkan Cuan Kala Ramadhan
Punggahan biasanya dilakukan di rumah, masjid ataupun musala dengan mengundang sanak saudara dan tetangga sekitar serta seorang kiai untuk memimpin tahlil dan doa.
Adapun menu yang wajib disediakan saat tradisi punggahan rlangsung yaitu apem, pasung, pisang raja, dan ketan.
Artikel Terkait
Kenali Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh
Tips Supaya Tak Lapar Saat Berpuasa
Ibu Menyusui Dapat Berpuasa Dengan Aman dan Nyaman