Kalium: 5% dari DV
Vitamin K: 4% dari DV
Porsi yang sama juga menyediakan 2–5% DV untuk vitamin E, B1, dan B6.
Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang larut dalam lemak, vitamin B1 — juga dikenal sebagai tiamin — dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan, dan vitamin B6 penting untuk metabolisme protein.
Apel juga merupakan sumber polifenol yang kaya, kelompok antioksidan penting. Antioksidan adalah senyawa yang melindungi sel Anda dari radikal bebas - molekul berbahaya yang berkontribusi pada perkembangan kondisi kronis, seperti penyakit jantung dan kanker.
Untuk mendapatkan hasil maksimal dari apel, makanlah juga kulitnya, karena mengandung setengah serat dan sebagian besar polifenol.
Membantu penurunan berat badan
Apel tinggi serat dan air, dua kualitas yang membuatnya mengenyangkan.
Perasaan kenyang yang meningkat berfungsi sebagai strategi penurunan berat badan, karena membantu mengatur nafsu makan Anda. Hal ini, pada gilirannya, dapat membuat Anda mengurangi asupan energi.
Dalam sebuah penelitian, makan apel utuh meningkatkan perasaan kenyang hingga 4 jam lebih lama daripada mengonsumsi pure atau jus apel dalam jumlah yang sama. Ini terjadi, karena apel utuh mengurangi pengosongan lambung - kecepatan perut Anda mengosongkan isinya.
Penelitian juga menunjukkan asupan apel dapat secara signifikan mengurangi Indeks Massa Tubuh (BMI), faktor risiko terkait berat badan untuk penyakit jantung.Menariknya, polifenol apel juga memiliki efek anti-obesitas.
Baca Juga: Manfaat The Chamomile Bagi Tubuh Anda
Baik untuk jantung
Apel telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.