Video Syur Diduga Anggota DPRD Tarakan Beredar, Ini Klarifikasinya

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Rabu, 18 Januari 2023 | 12:18 WIB
Markus Minggu (Michael Carlos Kodoati)
Markus Minggu (Michael Carlos Kodoati)

Tarakan, tinjauindonesia.id - Dilansir dari tinjau.id Sebuah video rekaman layar yang merekam video tak senonoh yang pemeran prianya mirip dengan salah satu anggota DPRD Kota Tarakan, kini telah beredar luas di berbagai platform media sosial.

Viralnya video syur anggota DPRD itu pun sempat menghebohkan masyarakat Kota Tarakan. Pasalnya, pemeran pria dalam video itu, mirip dengan sosok Markus Minggu, salah satu anggota Komisi 3 DPRD Tarakan.

Menyikapi beredarnya video itu hingga viral di internet, politisi dari PDI Perjuangan Tarakan itu pun akhirnya buka suara.

Minggu tegas membantah bahwa pemeran pria yang dalam rekaman video syur itu adalah bukan dia, melainkan orang lain.

Markus menduga ada oknum atau komplotan yang sengaja melakukan manipulasi digital pada video syur itu sehingga terlihat mirip dengannya.

"Terkait video itu ya, iya saya juga sudah dengar karena banyak yang menghubungi saya tanya soal video itu. Dan saya tegaskan kepada teman-teman media, bahwa pria dalam video syur yang saat ini viral itu bukan saya. Sekali lagi itu bukan saya," kata Minggu, Selasa pagi (17/1/23).

Markus mengatakan ia kerap mendapatkan pesan yang bernada ancaman.

Pesan itu ia terima di sejumlah akun media sosialnya, seperti Facebook, Instagram, dan juga whatsapp.

Sejumlah pesan ancaman itu berbunyi akan menyebarkan video dan foto tak senonoh mirip dia, ke seluruh teman-temannya, jika tidak memberikan sejumlah uang sesuai dengan permintaan pelaku.

Menurutnya, pesan bernada ancaman itu pertama kali ia terima pada 4 Januari 2023 lalu. Saat itu, Markus menerima kiriman video dan foto tak senonoh lainnya. Video itu menggambarkan adegan tidak senonoh oleh pria dengan wajah yang mirip dia oleh salah satu akun asing.

Kemudian, akun asing itu juga sempat meminta tebusan senilai Rp 3 juta. Jika tak memenuhi permintaan itu, maka akun asing itu pun mengancam akan menyebarluaskan video dan foto tak senonoh itu di internet.

"Jadi pada tanggal 4 Januari 2023 lalu, saya sudah menerima kiriman foto dan video tak senonoh yang diperankan oleh pria yang sepintas memang mirip saya. Tetapi itu bukan saya. Foto dan video itu dikirim oleh akun asing yang tidak saya kenali. Sudah saya blokir tetapi akun-akun asing itu masih terus meneror saya dan mengancam saya," imbuhnya.

Sementara itu, meski beredarnya video itu telah mulai meresahkan dirinya dan keluarganya, namun Markus belum berencana untuk membuat laporan resmi ke kepolisian.

Akan tetapi Markus mengaku sudah berkoordinasi dengan Polresta Tarakan untuk mengusut penyebar video tak senonoh itu.

"Sejauh ini saya belum buat laporan resmi ke polisi, tetapi saya sudah berkoordinasi dengan Polresta Tarakan untuk membantu saya mencari siapa penyebar video tak senonoh itu," tutupnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Michael Carlos Kodoati

Tags

Rekomendasi

Terkini

Lebih Kurang Sistem Proporsional Tertutup Pemilu

Rabu, 25 Januari 2023 | 22:15 WIB

Tri Rismaharini Larang Kegiatan Ngemis Online

Kamis, 19 Januari 2023 | 19:12 WIB

Terpopuler

X