Jakarta, tinjauindonesia.id - Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak dibawa ke Jakarta dengan pengawalan ketat oleh personel Brimob, Senin (20/2/2023).
Selain itu empat personel KPK turut mengawal Ricky Ham Pagawak untuk diterbangkan ke Jakarta.
"Hari ini dibawa ke Jakarta. (Pengamanan) aman lancar dikawal Brimob," kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri saat dikonfirmasi wartawan.
Kabid Humas Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengungkapkan, Ricky Ham Pagawak telah diterbangkan ke Jakarta sekitar pukul 08.35 WIT dengan menggunakan pesawat.
"Sudah diterbangkan ke Jakarta jam 08.35 WIT dengan pesawat Garuda dikawal empat anggota KPK dan Brimob Polda," ujar Ignatius.
Baca Juga: Bebaskan Pilot Susi Air, Tim Gabungan TNI-Polri Masih Negosiasi dengan KKB
Seperti diberitakan setelah buron selama tujuh bulan dalam kasus dugaan penyuapan, KPK meringkus Ricky Ham Pagawak di Jayapura, Minggu (19/2/2023).
Dalam kasus ini, Ricky Ham Pagawak diduga menerima uang dari tersangka lainnya sekitar Rp 24,5 miliar.
Tiga tersangka penyuap Ricky Ham Pagawak telah menjalani proses hukum.
Mereka adalah Direktur Utama PT Bina Karya Raya, Simon Pampang, Direktur PT Bumi Abadi Perkasa, Jusieandra Pribadi Pampang, serta Direktur PT Solata Sukses Membangun, Marten Toding.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto mengungkapkan, Simon, Jusieandra, dan Marten merupakan kontraktor yang ingin memperoleh sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Mamberamo Tengah.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur di Luwu Utara
Untuk mendapatkan proyek tersebut, mereka mendekati Ricky Ham Pagawak.
“Diduga ada penawaran dari Simon, Jusienandra, dan Marten kepada Ricky Ham Pagawak yang antara lain akan memberikan sejumlah uang apabila dia bersedia untuk memenangkan dalam pengerjaan beberapa paket pekerjaan di Pemkab Mamberamo Tengah,” kata Karyoto saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/9/2022) lalu.
Artikel Terkait
Buron 7 Bulan, Bupati Mamberamo Tengah Diringkus KPK