Jakarta, tinjauindonesia. Id - Dubes Indonesia untuk Turkiye Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, tim penolong masih menyelamatkan beberapa warga hidup yang berada di reruntuhan. Sehingga masih ada peluang untuk menyelamatkan korban yang tertimpa reruntuhan.
“Faktanya sampai kemarin malam masih ditemukan yang masih hidup,” ujar Iqbal di ketika memberikan arahan dan menyambut Tim Kemanusiaan Indonesia yang tiba di Adana, Turkiye, Minggu (12//2023) lalu.
Setelah menerima arahan, tim kemanusian Urban Search and Rescue (USAR) Basarnas dan BNPB melanjutkan perjalanan menuju Antakya, Hatay, yang berjarak sekitar 199 km.
Iqbal menginformasikan masyarakat setempat terkadang tidak dapat membedakan antara personel SAR dan bantuan kemanusiaan. Ini dapat memicu tekanan kepada responder SAR di lapangan.
“Masyarakat tidak melihat SAR untuk menolong, tetapi masyarakat mengharapkan (tim SAR) datang membawa bantuan,” kata Iqbal.
Baca Juga: Pemerintah Kirim 6,8 Ton Logistik Kesehatan untuk Korban Gempa Turkiye
Menyikapi kondisi seperti itu, pihak Kedubes telah menyiapkan bantuan logistik untuk mengantisipasi situasi yang diharapkan masyarakat.
Pada kondisi lain, Iqbal juga mengatakan, masyarakat terkadang menuntut tim SAR untuk mencari anggota keluarga yang masih di dalam reruntuhan bangunan tanpa melihat kemampuan yang dimiliki oleh tim SAR yang ada di lokasi.
“Jadi ketika masyarakat melihat ada bangunan dan berharap keluarganya yang ada di situ minta dapat segera dievakuasi.
Sementara tim rescue tidak berani karena mereka menilai ini tidak aman untuk bekerja. Atau ini hanya dapat dilakukan oleh heavy USAR,” tambahnya.
Menghadapi potensi ketidakpahaman warga, Dubes Iqbal menyiapkan tenaga relawan yang dapat berbahasa lokal sehingga tidak ada salah komunikasi saat bertugas di lapangan.
Baca Juga: Pemerintah Kirim Bantuan Kemanusian Gelombang I ke Turikiye
Sementara itu, Ketua Tim Kemanusiaan Indonesia Bambang Surya Putra menekankan arahan Dubes tadi kepada para personel USAR.
“Tim kami dapat didukung dengan tenaga lokal dan mengerti apa yang diingin oleh masyarakat yang kita layani,” tamba Bambang yang juga sebagai Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB.
Artikel Terkait
Pemerintah Kirim 6,8 Ton Logistik Kesehatan untuk Korban Gempa Turkiye
Gempa 5,4 MI Guncang Jayapura, 4 Warga Meninggal Dunia
Gempa Papua, Pemkot Jayapura Tetapkan Status Tanggap Darurat 21 Hari
Update Gempa Papua, Pengungsi Bertambah Jadi 2.136 Jiwa