Jayapura, tinjauindonesia.id – Gempa bumi tektonik dengan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Jayapura, Papua sekitar pukul 13.28 WIB.
Akibat gempa itu dikabarkan empat orang meninggal, beberapa bangunan mengalami kerusakan. Bahkan sebuah kafetaria di ruko yang terletak di Dok II Jayapura roboh dan hanyut terbawa arus laut.
Informasi yang dihimpun dari laman BMKG menyebutkan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 2,50 derajat lintang selatan dan 140,70 bujur timur. Atau, tepatnya berlokasi di darat pada kedalaman 10 km.
Baca Juga: Komisi VIII Minta Pemerintah Turunkan Biaya Haji
Kepala Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa yang terjadi di Jayapura, Papua memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Memperhatikan lokasi pusat gempa dan kedalamannya, Daryono menyebut, gempa bumi yang terjadi di Papua ini merupakan gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas sesar aktif.
Gempa ini terasa di Kota Jayapura dengan skala intensitas V MMI.
Di daerah Kabupaten Kaerom dengan gempa terasa dengan skala intensitas II-IV MMI, dan di Kabupaten Jayapura dengan skala intensitas II MMI.
“Hasil permodelan menunjukkan bahwa gempa yang mengguncang Jayapura ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, sejak 2 Januari – 9 Februari 2023 pukul 16:00 WIB, telah terjadi 1.072 kali gempa bumi di wilayah sekitar Kota Jayapura, dengan 128 kejadian di antranya yang terasa oleh masyarakat.
“Kami mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab. Warga juga kami harapkan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa,” kata Daryono.
Artikel Terkait
Gempa 4,1 MI Guncang Melonguane, Sulut
Gempa 5,2 MI Guncang Banten
Gempa 5,2 MI di Selatan Banten, Repitisi Satu Tahun Lalu
Pemerintah Kirim 6,8 Ton Logistik Kesehatan untuk Korban Gempa Turkiye