Mengenal Siwaratri, Hari Suci Siwa

photo author
Rio Cornelianto, Tinjau Indonesia
- Jumat, 20 Januari 2023 | 22:24 WIB
Dewa Siwa. ( B Creativezz)
Dewa Siwa. ( B Creativezz)

Denpasar, tinjauindonesia.id - Mungkin jarang terdengar, namun perayaan ini menarik untuk diketahui. Namanya, Hari Suci Siwaratri. Siwaratri adalah hari tatkala Dewa Siwa beryoga semadi, harapannya seluruh umatnya melakukan hal yang sama, upacara dan sembahyang di Pura. Umat Hindu di Bali merayakan hari siwaratri dengan serangkaian upacara dan sembahyang di rumah serta di Pura.

Mengingat hari suci ini adalah tatkala Dewa Siwa beryoga semadi, harapannya seluruh umatnya melakukan hal yang sama.

Dilansir dari tinjau.id, inti makna dari perayaan Siwaratri adalah penyucian diri, baik itu pikiran, perkataan, hingga perbuatan (Tri Kaya Parisudha).

Sehingga saat penyucian diri dapat terlaksana, harapannya umat bisa fokus pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Menjalankan ajaran agama sesuai dengan Dharma, dan menjauhi larangan beliau yang menyebabkan karma buruk.

Untuk itu, saat Siwaratri seharusnya umat manusia, khususnya umat Hindu memusatkan pikiran dan kosentrasi memikirkan Dewa Siwa sebagai salah satu manifestasi Tuhan itu sendiri.

Dewa Siwa adalah salah satu bagian dari Tri Murti, dan beliau bertugas melebur segala yang ada di dunia ini. Sakti beliau adalah Dewi Uma, yang kita kenal sebagai Dewi Durga tatkala tinggal dalam istana Prajapati, Pura Dalem. Sehingga untuk mencapai tujuan baik tersebut, ada tata cara dalam melaksanakan perayaan hari suci Siwaratri.

Baca Juga: Bendungan Kuwil Sudah Diresmikan Jokowi, Tanah Warga Masih Belum Dibayar

Ihwal puasa atau brata adalah penjelasan dalam lontar terkait Siwaratri. Monabrata adalah hal yang harus terjadi saat Siwaratri oleh brata. Monabrata artinya tidak berbicara dan berdiam diri.

Lalu Upawasa, yakni tidak makan dan tidak minum.

Brata yang menjadi ciri khas Siwaratri adalah Jagra, yakni tidak tidur dan terjaga sepanjang malam.

Tapa brata menjadi penting, karena hari suci Siwaratri terjadi hanya dalam waktu tertentu yakni setahun sekali saja. Besar harapan umat manusia khususnya umat Hindu memanfaatkan situasi ini sebaik-baiknya.

Tata cara lainnya, adalah dengan maprayascita atau pembersihan diri baik pikiran (batin) dan raga (jasmani). Menghaturkan banten pejati di sanggah, sembari sembahyang kehadapan Sang Surya memohon kesaksian beliau.

Konon Dewa Surya adalah dewa kesayangan Dewa Siwa, sehingga mendapat sebutan Siwa Raditya dan Surya Raditya. Kemudian sembahyang ke hadapan leluhur, memohon tuntunannya dalam mengarungi kehidupan di dunia.

Jangan lupa juga menghaturkan banten pejati di hadapan Dewa Siwa, yang bisa ditempatkan di palinggih Padmasana atau di piasan merajan dan sanggah. Kemudian sembahyang ditujukan ke hadapan Dewa Siwa agar beliau memberikan anugerahnya kepada umat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rio Cornelianto

Sumber: tinjau.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X