Sebuah studi mengungkapkan orang yang menjalani diet rendah kalori, kemudian mengkonsumsi cuka apel dua kali sehari, dapat membantu menurunkan berat badan.
Asam asetat dalam kandungan cuka apel mampu mempercepat metabolisme tubuh.
Baca Juga: Anak Anda Speech Delay? Lakukan Hal Ini, Parents!
Selain itu, penderita obesitas yang mengkonsumsi cuka apel setiap pagi, mampu mengurangi lemak di perutnya.
3. Menurunkan tekanan darah
Salah satu studi yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan bahwa cuka apel membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
4. Menurunkan kolesterol
Cuka apel juga mampu menurunkan kadar kolesterol total, dan menurunkan trigliserida (lemak dalam darah).
Menjaga kadar lemak dalam darah merupakan kunci penting untuk melancarkan kerja jantung serta aliran darah ke seluruh tubuh.
5. Mengatasi diare
Fermentasi cuka apel menghasilkan pektin, yaitu sejenis serat yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Pektin juga memadatkan tekstur feses sehingga baik dikonsumsi untuk penderita diare.
Cuka apel juga terbukti ampuh membunuh bakteri E. coli yang menjadi penyebab diare serta beberapa bakteri lainnya.
6. Membunuh bakteri
Asam asetat dalam cuka apel berfungsi sebagai antibiotik, antibakteri, dan antijamur yang dapat mengobati infeksi, salah satunya infeksi dari bakteri.
Hal ini membuat cuka apel kerap dipakai untuk mengobati jamur kuku, kutu, kutil, infeksi telinga, bakteri penyebab jerawat, desinfeksi, sampai membersihkan luka.
Artikel Terkait
Waspada Demam Berdarah (DBD), Berikut Ini Gejala Yang Tak Boleh Diabaikan
Cegah Demam Berdarah (DBD), Berikut Langkah Mudahnya
Tetap Sehat Saat Berpuasa, Cukupi Kebutuhan Nutrisi Tubuh