Speech delay adalah sekitar 1-32% dari populasi normal dan bisa saja disebabkan oleh adanya gangguan neurologis, pendengaran, atau masalah perkembangan lainnya.
Jakarta, tinjauindonesia.id – Speech delay merupakan gangguan yang paling sering terjadi pada anak-anak kategori usia 3-16 tahun. Hasil penelitian yang diumumkan oleh National Centre for Biotechnology Information mengungkapkan bahwa jumlah penderita gangguan speech delay adalah sekitar 1-32% dari populasi normal.
Speech delay bisa saja disebabkan oleh adanya gangguan neurologis, pendengaran, atau masalah perkembangan lainnya. Kurangnya anak diajak berkomunikasi pun merupakan salah satu faktor penyebabnya. Tak jarang, dalam mengatasi persoalan ini, orangtua membawa anak mereka ke terapia untuk melakukan terapi wicara.
Terapi wicara memang penting, tetapi kebersaman dan komunikasi antara Anda dan anak jauh lebih penting. Adalah hal baik bagi Anda untuk menciptakan lingkungan berbasis bahasa di rumah, sehingga anak Anda memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan bahasanya. Lingkungan berbahasa adalah di mana Anda merancang situasi agar anak Anda harus berkomunikasi.
Misalnya, jika Anda sedang memasak dan Anda memerlukan garam, Anda dapat meminta bantuan anak Anda untuk mengambilkan garam. “Sayang, bisakah kamu mengambilkan garam untuk ibu?” Ketika anak-anak belajar berkomunikasi di lingkungan alami mereka dalam situasi kehidupan nyata, mereka lebih termotivasi untuk berkomunikasi dan lebih mampu menerapkan keterampilan yang baru mereka pelajari ke situasi lain.
Berikut lima hal yang bisa Anda lakukan dalam mendampingi anak speech delay
1. Ciptakan banyak sekali kesempatan untuk melatih anak berbicara dalam jangka waktu lama per hari. Bahasa adalah sesuatu yang harus Anda latih dan gunakan agar dapat dipertahankan. Mempraktikkannya dalam banyak situasi dan dalam banyak kegiatan berbeda akan meningkatkan perbendaharaan kata dan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi.
2. Gunakan rutinitas verbal. Gunakan bahasa yang mudah ditebak dan dapat diulang. Seperti mengucapkan selamat pagi ketika anak baru bangun tidur, selamat siang, selamat belajar, selamat makan, serta selamat malam dan selamat tidur. Juga kata-kata sederhana lain yang akan rutin digunakan, seperti: maaf, tolong, dan terima kasih.
3. Ceritakan Hari Anda. Bicaralah kepada anak Anda hari dengan anak Anda, beri tahu apa yang Anda alamai sepanjang hari. “George, hari ini ibu tiba di kantor pagi sekali. Ibu sarapan di kantor selama 20 menit. Ibu makan sayur dan lauk yang ibu buatkan juga untuk kamu pagi tadi. Hari ini pekerjaan ibu banyak, namun ibu selalu memikirkanmu. Makanya siang tadi ibu meneleponmu, memastikan kamu telah makan dan mandi. Di perjalanan pulang, ibu senang karena jalanan tidak begitu macet dan kini ibu bisa berkumpul lagi denganmu dan ayah.”
4. Ciptakan situasi. Buatlah situasi di mana anak harus berkomunikasi. Misalnya, ketika bermain, jangan berikan semua bahan yang ada atau berikan barang yang terlalu sedikit. Biarkan Anak anda menyadari ada yang kurang, dan lihat apakah ia akan meminta kekurangan bahan tersebut kepada Anda. Atau, anda juga dapat memberikan pilihan baju apa yang ia ingin kenakan sebelum pergi bersama. Tanyakan baju warna apa yang ia mau, topi mana yang ingin digunakan, dan apakah sepatu atau sendal yang ingin ia pakai nanti.
5. Membaca. Bacakan cerita untuk anak secara rutin, lafalkan setiap kata dengan jelas dan pertegas kata yang sekiranya sukar diingat. Setelah membaca, ajukan pertanyaan berdasarkan apa yang sudah Anda bacakan. Anak-anak perlu sering mendengar kata-kata, dengan begitu mereka dapat menyerapnya dengan lebih baik.
Bonus tips!
Berikan diri Anda. Di tengah kesibukan harian Anda, curahkanlah waktu, tenaga, perhatian penuh, komitmen, dan dedikasi Anda kepada anak. Dengan memberikan diri secara konsisten dan ada bersama mereka, anak akan menaruh kepercayaan kepada Anda dan mencari Anda untuk sekadar bercerita apa yang mereka lalui sepanjang hari. Dengan begitu, komunikasi antara anak dan Anda akan meningkat dan mereka lebih terbiasa berbicara dan mengungkapkan apa yang mereka ingin dan rasakan.