Menyusui tidak hanya meningkatkan perkembangan fisik dan mental bayi Anda, tetapi juga melindungi kesehatan Anda sendiri.
Jakarta, tinjauindonesia.id - American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Bahkan, pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun (setelah anak telah diperkenalkan dengan makanan padat) lebih dianjurkan lagi. Hal ini tentu karena manfaat ASI yang baik untuk pertumbuhan optimal anak. Namun, bukan hanya anak, ibu pun mendapat manfaat dari kegiatan menyusui.
Manfaat Menyusui untuk Bayi
ASI adalah makanan bayi alami yang sempurna. ASI mengandung antibodi penambah kekebalan dan enzim sehat yang belum ditiru oleh para ilmuwan. Berikut beberapa manfaat ASI bagi bayi:
Memberi bayi Anda kolostrum dalam beberapa hari pertama
ASI Anda berubah untuk memenuhi kebutuhan bayi Anda yang terus berubah. Kolostrum — "premilk" yang masuk setelah Anda melahirkan — penuh dengan antibodi untuk melindungi bayi Anda yang baru lahir. ASI lebih tinggi protein dan lebih rendah gula daripada susu formula, jadi ASI dalam jumlah kecil pun dapat menahan rasa lapar bayi Anda.
Mengistirahatkan sistem pencernaan bayi Anda
Ketika ASI lengkap Anda masuk (biasanya tiga sampai empat hari setelah melahirkan), gula dan volumenya lebih tinggi daripada kolostrum — sekali lagi, sesuai kebutuhan bayi Anda. Bayi membutuhkan banyak kalori dan sering menyusu untuk mendorong pertumbuhannya yang cepat. ASI Anda dirancang untuk dicerna dengan cepat sehingga bayi akan sering makan. Protein dalam susu formula sapi serta susu formula kedelai lebih sulit untuk dipecah oleh tubuh bayi dibandingkan dengan ASI, jadi semakin lama Anda menunda peralihan ke susu formula, semakin baik.
Membawa bayi Anda dekat dengan Anda
Bayi yang diberi susu botol juga membentuk ikatan dengan orang tua mereka, tetapi kontak kulit ke kulit saat menyusui meyakinkan bayi yang baru lahir.
Baca Juga: Konsumsi Empat Makanan Ini Jika Anda Adalah Ibu Menyusui
Manfaat Menyusui untuk Ibu