Waspadai kembali merebaknya penyakit flu burung yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Penyakit ini sudah merambah salah satu negara ASEAN, Kamboja.
Jakarta, tinjauindonesi.id – Sesudah terjadi flu burung yang menjangkiti binatang mamalia di berbagai negara Eropa, kini mulai ada kasus pada manusia. Wabah penyakit ini juga sudah sampai di salah satu negara ASEAN, yakni Kamboja.
Awalnya seorang anak meninggal karena flu burung, lalu kemudian ayahnya juga positif terkena penyakit ini.
Menurut mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, kejadian itu mengingatkan kasus flu burung di Indonesia.
Awalnya , juga bermula pada seorang anak yang terkena flu burung, yang mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta.
“Kemudian ayahnya juga tertular dan bahkan akhirnya meninggal dunia,” tutur Tjandra Yoga dalam keterangannya, Rabu (1/3/23).
Tjandra Yogya menyebutkan, wabah itu kemudian merebak cukup luas karena sudah terjadi penularan antarmanusia berkesinambungan (sustained human to human transmission).
Untuk kasus di Kamboja ini, ada 22 ekor ayam dan tiga bebek yang mati di lingkungan rumah keluarga itu.
Di desanya juga ada sejumlah burung liar yang mati, serta masih ada 11 orang lagi yang sedang dalam pemeriksaan, kemungkinan tertular.
Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Awal Kanker Payudara
Kematian unggas juga terjadi di negara kita pada waktu kasus flu burung pada manusia meningkat beberapa tahun lalu.
“Bahkan angka kematian cukup tinggi pula,” tutur Tjandra Yoga.
Untuk mengantisipasi wabah ini, ada baik kalau Kementerian Kesehatan mengkoordinasikan seluruh Kementerian Kesehatan negara ASEAN untuk kewaspadaan. Karena sekarang Indonesia memegang tampuk keketuaan ASEAN.
Tjandra Yoga mengemukakan, ada tiga hal yang harus mendapatkan perhatian.
Artikel Terkait
Perbedaan Flu dan Flu Perut