Kemkomdigi Ungkap Serangan Bot Internasional Sebar Promosi Judi Online di Media Sosial

photo author
Muh. Ashar, Tinjau Indonesia
- Selasa, 30 Juni 2026 | 09:24 WIB
Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar bersama Dirjen KPM Fifi Aleyda Yahya saat Konferensi Pers terkait update Judi Online di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (29/06/2026). Foto: Ardi Widiyansah/Komdigi
Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar bersama Dirjen KPM Fifi Aleyda Yahya saat Konferensi Pers terkait update Judi Online di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (29/06/2026). Foto: Ardi Widiyansah/Komdigi

TINJAUINDONEISA.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap adanya serangan terorganisir dari jaringan internasional yang menggunakan bot otomatis untuk membanjiri kolom komentar media sosial dengan promosi judi online. Modus tersebut menyasar akun-akun yang memiliki jangkauan dan tingkat interaksi tinggi, termasuk akun media sosial pemerintah.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengatakan sepanjang Januari hingga Juni 2026 pihaknya mencatat lonjakan sebesar 128 persen komentar spam yang mempromosikan judi online pada sejumlah akun media sosial pemerintah. Temuan itu menunjukkan adanya perubahan pola operasi pelaku yang kini bekerja lebih agresif, sistematis, dan terstruktur.

"Hasil analisis kami menunjukkan bahwa ini bukan komentar biasa. Bot otomatis memantau akun-akun yang memiliki interaksi tinggi, lalu secara cepat membanjiri kolom komentar dengan promosi dan tautan judi online," ujar Alexander dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Pelantikan PP LIDMI 2026–2028 Tandai Era Baru Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Menuju Indonesia Beradab

Menurut Alexander, hasil analisis Kemkomdigi menunjukkan serangan tersebut terhubung dengan jaringan afiliasi judi online lintas negara. Jaringan itu memanfaatkan teknologi bot untuk menyebarkan promosi secara masif melalui kolom komentar media sosial yang dinilai lebih sulit dideteksi dibandingkan metode penyebaran lainnya.

Kemkomdigi juga menemukan keterlibatan aktor dari India dan Brasil yang menggunakan berbagai tagar promosi, salah satunya #Rawitbet, untuk memperluas jangkauan iklan judi online. Para pelaku bahkan memanfaatkan momentum tingginya perhatian publik terhadap Piala Dunia FIFA 2026 guna meningkatkan efektivitas penyebaran promosi.

Selain itu, para pelaku terus mengubah kata kunci, tagar, hingga pola penyebaran spam agar mampu menghindari sistem moderasi otomatis yang diterapkan platform digital. Pergantian pola tersebut membuat konten promosi judi online semakin sulit dideteksi dan diblokir secara cepat.

Sebagai langkah penanganan, Kemkomdigi memperkuat koordinasi dengan penyelenggara platform digital, khususnya Meta, untuk meningkatkan efektivitas moderasi konten. Kementerian juga bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam mempercepat penindakan terhadap jaringan judi online, termasuk pemutusan akses terhadap situs-situs yang terindikasi melanggar hukum.

Baca Juga: Logo dan Identitas Visual HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Usung Semangat Persatuan dalam Keberagaman

Alexander mengimbau masyarakat agar tidak mengakses, membagikan, maupun berinteraksi dengan berbagai bentuk promosi judi online yang beredar di media sosial. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci dalam memutus rantai penyebaran kejahatan digital yang melibatkan jaringan lintas negara.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengakses, membagikan, maupun berinteraksi dengan promosi judi online. Kewaspadaan publik menjadi bagian penting dalam memutus rantai penyebaran kejahatan digital lintas negara ini," tutup Alexander.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Ashar

Tags

X