Jakarta, tinjauindonesia.id - Gempa dengan kekuatan 5.2 magnitudo (MI) mengguncang wilayah Banten, Selasa (7/2/2022) sekitar pukul 07.35 WIB.
Gempa Banten ini juga dirasakan warga di Jakarta dan Bogor.
Berdasarkan informasi yang dikutif dari BMKG, lokasi gempa terjadi di titik kordinat 7.43 LS - 105.88 BT dengan kedalaman 10 km, dan tidak berpotensi tsunami.
Sementara pusat gempat berada di laut dengan kedalaman 66 km tenggara Muarabinungeun, Banten.
Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.
Baca Juga: Hadapi Bencana Alam, Polri Gelar Pelatihan Kesehatan dan Terjun Payung
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," kata Daryono dalam keterangannya, Selasa (7/2/2023).
Berdasarkan pantauan BMKG, hingga pukul 08.00 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Diketahui gempa ini turut dirasakan di sejumlah daerah yaitu, di Bayah, Banjarsari, dan Tamanjaya dengan skala intensitas III-IV MMI. Adapun skala III-IV adalah bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Sementara di wilayah Serang, Pandenglang, Panggarangan, Malingping, Ciptagetar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang dan Cinangka dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Daerah Tangerang Selatan, Bogor, Sukabumi, Tangerang, Cianjur dan Bandung Barat dengan skala intensitas II-III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan ada truk yang berlalu.
Artikel Terkait
Gempa 4,1 MI Guncang Melonguane, Sulut
Hadapi Bencana Alam, Polri Gelar Pelatihan Kesehatan dan Terjun Payung