Jakart tinjauindonesia.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa dengan kekuatan 5.2 Magnitudo yang menguncang wilayah selatan Lebak, Banten, Selasa (7/2/23), sekitar pukul 07.35 WIB.
Dilansir dari tinjau.id, gempa ini terjadi pada koordinat 7,40 derajat LS dan 105,90 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 66 km Barat Daya Bayah, Banten pada kedalaman 41 km.
Gempa yang terjadi di selatan Banten dengan kekuatan 5,2 MI pagi ini merupakan ulangan yang terjadi pada 4 Februari 2022 dengan kekuatan 5,5 MI.
Baca Juga: Hadapi Bencana Alam, Polri Gelar Pelatihan Kesehatan dan Terjun Payung
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, berdasar lokasi episenter dan kedalam hiposenternya, ini merupakan gempa dangkal.
"Akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia," jelas Daryono dalam keterangan resminya.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).
Baca Juga: Nong Poy, Transgender Tercantik di Dunia Akan Dinikahi Anak Konglomerat Thailand
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," sambung Daryono.
Gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan skala yang berbeda.
Skala III-IV dirasakan warga Bayah, Banjarsari, dan Tamanjaya.
Skala III dirasakan warga di Serang, Pandeglang, Malingping, Ciptagetar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang, dan Cinangka.
Sedangkan skala II dirasakan warga di Tangerang Selatan, Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan Jakarta
Skala Modified Mercali Intensity (MMI), atau biasa kita kenal dengan Skala Mercalli merupakan gambaran dampak dari gempa yang terjadi.
Artikel Terkait
Gempa 4,1 MI Guncang Melonguane, Sulut
Gempa 5,2 MI Guncang Banten