Jakarta, tinjauindonesia.id - Polri menggelar pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BT & CLS) 2023 bagi tenaga kesehatan Brimob, Lemdiklat, dan Fungsi Dokkes Kewilayahan.
Pelatihan BT & CLS 2023 ini diikuti 94 personel Polri dengan latar belakang perawat yakni 22 personel Korbrimob Polri, 42 Satbrimob Polda, 15 personel jajaran Pusdokkes Polri, serta 15 personel jajaran Bidokkes Polda seluruh Indonesia.
Komandan Korps (Dankor) Brimob Komjen Anang Revandoko mengatakan, pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi masalah konflik maupun bencana alam seperti gempa bumi yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Nong Poy, Transgender Tercantik di Dunia Akan Dinikahi Anak Konglomerat Thailand
"Bagaimana nanti tenaga medis Polri menyiapkan tempat-tempat yang tidak terjangkau, serta cepat membutuhkan pelayanan medis," kata Anang.
Anang menuturkan, pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support 2023 dilaksanakan selama 7 hari, terdiri 3 hari daring yang bertempat di satuan kerja asal peserta.
Kemudian selama 4 hari luring bertempat di gedung BPMP DKI Jakarta, dari 6 - 9 Februari 2023.
Selain pelatihan BT & CLS, Polri juga melaksanakan pelatihan terjun payung selama 21 hari dari 17 Januari - 6 Februari 2023, di Satlat Brimob Cikeas dan Bandara Pondok Cabe, dengan jumlah peserta sebanyak 49 personel.
Baca Juga: Basuki: Pembangunan Infrastruktur Dasar di IKN Capai 14 Persen
Terdiri dari 22 personel Korbrimob Polri, dan 27 personel Satbrimob Polda yang meliputi 5 personel Satbrimob Papua, 3 personel Satbrimobda Sumut, 1 personel Satbrimobda Gorontalo, dan masing-masing 2 personel dari Satbrimobda Papua Barat, NTT, Maluku, Maluku Utara, Kaltara, Sulsel, Aceh, Lampung, dan DIY.
Anang menambahkan, nantinya hasil dari pelatihan ini yakni meningkatkan kemampuan personel fungsi Dokkes Polri pada penanganan kegawat-daruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler, dalam rangka memberikan dukungan kesehatan yang optimal pada operasi kepolisian dalam situasi kontijensi.
Baca Juga: Megawati Tunjuk Said Abdullah Jadi Plt Ketua DPD PDIP Jatim
Sedangkan untuk pelatihan terjun payung, Anang mengharapkan peserta latihan mampu dan terampil dalam teknik dan taktik terjun payung, serta mampu mentransfer ilmu dan kemampuan pada personel lain di kesatuan.
"Diharapkan juga terbentuknya kesiapan mental dan fisik personel penerjun yang terlatih, tangguh, responsif, dan dapat diandalkan," katanya.
Artikel Terkait
Mulai Besok Polri Gelar Operasi Keselamatan 2023, Ini Sasarannya
Kasus “Polisi Peras Polisi”, Ahmad Sahroni: Kepolisian Harus Gelar Sidang Etik
Stabilkan Harga Beras, Pemprov Jatim Lakukan Operasi Pasar di Sidoarjo