Sintang, tinjauindonesia.id – Bupati Sintang H Jarot Winarno mengucapkan terima kasih pada Wahana Visi Indonesia (WVI).
Dia berharap dengan penandatanganan Mou antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang dan WVI dapat segera terwujud Kabupaten Layak Anak.
Jarot menyatakan Wahana Visi Indonesia area Sintang, telah berkontribusi dalam peningkatan sanitasi dan program percepatan penurunan stunting di wilayahnya.
Di mana menurut Jarot, sebelumnya stunting di Sintang mencapai 38% dan saat ini menurun jadi 18%.
Jarot menyebutkan, Pemkab Sintang sudah mengalokasikan anggaran untuk program-program termasuk melalui alokasi dana desa tetapi itu tidak cukup, sehingga perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk WVI.
“Mudah-mudahan ke depan WVI bisa lebih banyak lagi mendampingi desa-desa di Kabupaten Sintang,” kata Jarot seusai penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Sintang dengan WVI, Kamis (2/2/2023).
Baca Juga: Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri: Saya Istikamah
MoU ini ditandatangani Bupati Sintang Jarot Winarno dan General Manager Zonal Kalimantan Barat WVI Portunatas Bahat Tamba terkait pelaksanaan program bidang kesehatan dan perlindungan anak.
Portunatas mengatakan, WVI telah hadir dan melakukan program pendampingan masyarakat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat sejak tahun 2016 dan telah melayani lebih dari 2.500 wakil anak, serta berdampak bagi 4.392 keluarga yang ada di wilayah dampingan.
Beragam program tersebut dilaksanakan dengan metode komunikasi, informasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat dan advokasi.
Melalui beragam program tersebut, WVI berharap dapat membantu secara khusus 14 desa dampingan yang tersebar di Kecamatan Sepauk dan Tempunak.
Baca Juga: Petani Milenial Mengeluh, Ini Tanggapan Ridwan Kamil
Disebutkan melalui MoU ini, selama 3 tahun ke depan WVI berkomitmen untuk mendukung Pemkab Sintang dalam melaksanakan dan menyelenggarakan program kesejahteraan anak di bidang kesehatan dan perlindungan anak.
“Melalui beragam program yang akan dilaksanakan, WVI berharap pemenuhan hak-hak dasar anak dan perlindungan terhadap anak dari penelantaran, eksploitasi dan diskriminasi dapat terwujud,” ujar Portunatas dalam keterangan pers yang diterima tinjauindonesia.id, Jumat (3/2/2023).
Artikel Terkait
Tidak Ada Hasil, Program Petani Milenial Dianggap Alat Politik dan Pencitraan Saja
Mengenal Sosok Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari yang Revolusioner
Petani Milenial Mengeluh, Ini Tanggapan Ridwan Kamil