Jakarta, tinjauindonesia.id - LSM Peduli Jakarta mengadakan aksi sosial dengan membagikan 50 kotak makanan siap saji kepada masyarakat RT 06 RW 15 Kalibaru, Kecamatan Cilncing Jakarta Utara, Senin (20/2/2023).
Makanan siap saji itu dibagikan kepada 17 siswa/siswi TK dan guru yang ada di Yayasan Pulung Pinasti, Jalan Manunggal VII, Kalibaru. Sedangkan 31 kotak makanan lainnya dibagikan kepada masyarakat di wilayah RT 06 RW 15.
Eksekutif Direktur Peduli Jakarta, Melny Nova Katuuk mengatakan, makanan yang disajikan halal dan higienis serta mengandung nilai gizi yang cukup yang baik.
Dalam pemberian bantuan kotak makanan siap saji, timnya didampingi Ketua Yayasan Pulung Pinasti, Lastri, dan Ketua RT 06, Mariani.
Nova menyebutkan, masyarakat dan pemerintah setempat menyambut baik kegiatan aksi sosial yang dilakukan oleh Peduli Jakarta ini.
Khususnya, anak-anak kurang mampu yang belajar di pondok Yayasan Pulung Pinasti. Mereka begitu antusias dan bersemangat ketika makanan mulai dibagikan.
Nova menjelaskan, Peduli Jakarta adalah salah satu karya sosial dari Yayasan Sahabat Hati Bunda (SHB).
Napak tilas Peduli Jakarta bermula 8 tahun lalu atas keprihatinan bersama akan masalah kemiskinan dan pembangunan masyarakat marginal.
Berbagai bantuan logistik dibagikan secara gratis kepada masyarakat miskin tanpa memandang suku, golongan, dan agama.
Menurut Nova, sejak berdiri menjadi Yayasan Sahabat Hati Bunda, program Peduli Jakarta memperluas kajian dan pengurangan kemiskinan berbasis komunitas.
Ada enam langkah strategis yang menjadi program inti Peduli Jakarta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di tahun 2023.
Yakni pemutakhiran data, pendirian posko untuk pembagian makanan siap saji dan pengobatan gratis, pengelolaan terpadu sektor pengembangan bisnis bagi masyarakat miskin di DKI Jakarta, pengadaan sembako murah, dan diskusi publik.
Nova menambahkan, aksi sosial ini adalah bentuk kepedulian Peduli Jakarta untuk ikut mewujudkan kesejahteraan masyarakat miskin di DKI Jakarta, seperti juga komitmen Gubernur Heru Budi Hartanto.
Seperti diketahui Gubernur Heru telah bekerja keras untuk menurunkan angka kemiskinan di DKI Jakarta.
Heru telah meminta seluruh Satuam Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk segera mengimplementasikan kebijakan pemerintah Pemprov DKI dalam penanggulangan kemiskinan.
Nova juga mengungkapkan, di Kalibaru memang masih banyak masyarakat miskin, tetapi bukan miskin ekstrem. Istilah miskin ekstrem yang pernah dikatakan BPS, perlu dikaji kembali.
Penting bagi BPS untuk melakukan peremajaan data kemiskinan di Jakarta, karena data yang dikeluarkan oleh BPS belum sesuai dengan keadaan yg sebenarnya di lapangan, khususnya data kemiskinan ekstrem di Jakarta.
Oleh karena itu, Peduli Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan pendataan sehingga dapat memenuhi hak asasi masyarakat miskin di Kalibaru dan wilayah Jakarta lainnya.
Sehingga bantuan yang diberikan dipastikan diterima oleh masyarakat yang betul-betul membutuhkan. Hal ini adalah upaya sinergis Peduli Jakarta dengan Pemprov DKI Jakarta untuk membangun masyarakat DKI Jakarta yang sejahtera dan berkeadilan," pungkas Nova.
Artikel Terkait
Ini 4 Strategi Pemprov DKI Tangani Kemiskinan Ekstrem di Jakarta
Heru Ajak Pengurus RW Bersinergi Turunkan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Jakarta
Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Heru Minta BPS dan Pemprov DKI Kerja Sama Sinkronisasi Data
Heru Targetkan Jakarta Bebas Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024
Langsung Verifikasi, Warga Kalibaru Sanggah Ada Warga yang Miskin Ekstrem