Penelitian saat ini menunjukkan bahwa bawang putih mungkin memiliki beberapa manfaat kesehatan yang nyata, seperti perlindungan terhadap flu biasa dan kemampuan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.
Jakarta, tinjauindonesia.id – “Let food be thy medicine, and medicine be thy food.” adalah kata-kata terkenal dari dokter Yunani kuno, Hippocrates, yang sering disebut sebagai bapak kedokteran Barat.
Dia meresepkan bawang putih untuk mengobati berbagai kondisi medis — dan sains modern telah memastikan banyak dari efek kesehatan yang bermanfaat ini.
Berikut adalah manfaat kesehatan dari bawang putih yang didukung oleh penelitian manusia.
Bawang putih mengandung senyawa dengan khasiat obat yang manjur
Bawang putih adalah tanaman dalam keluarga Allium (bawang merah).Bawang putih tumbuh di banyak bagian dunia dan merupakan bahan masakan yang populer, karena baunya yang kuat dan rasanya yang enak.Namun, sepanjang sejarah kuno, penggunaan utama bawang putih adalah untuk kesehatan dan khasiat obatnya. Penggunaannya didokumentasikan dengan baik oleh banyak peradaban besar, termasuk Mesir, Babilonia, Yunani, Romawi, dan Cina.
Para ilmuwan sekarang mengetahui bahwa sebagian besar manfaat kesehatan bawang putih disebabkan oleh senyawa belerang yang terbentuk ketika siung bawang putih dicincang, dihancurkan, atau dikunyah. Mungkin senyawa yang paling terkenal adalah allicin. Namun, allicin adalah senyawa tidak stabil yang hanya ada sebentar dalam bawang putih segar setelah dipotong atau dihancurkan.
Senyawa aktif dalam bawang putih dapat menurunkan tekanan darah. Dalam sebuah penelitian, 600–1.500 mg ekstrak bawang putih tua sama efektifnya dengan obat Atenolol dalam menurunkan tekanan darah selama periode 24 minggu. Dosis suplemen harus cukup tinggi untuk mendapatkan efek yang diinginkan. Jumlah yang dibutuhkan setara dengan sekitar empat siung bawang putih per hari.
Baca Juga: Cappuccino vs. Latte vs. Macchiato — Apa Bedanya?
Bawang putih mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer dan demensia
Kerusakan oksidatif dari radikal bebas berkontribusi pada proses penuaan. Bawang putih mengandung antioksidan yang mendukung mekanisme perlindungan tubuh terhadap kerusakan oksidatif.
Suplemen bawang putih dosis tinggi telah terbukti meningkatkan enzim antioksidan pada manusia, serta secara signifikan mengurangi stres oksidatif pada orang dengan tekanan darah tinggi.
Efek gabungan untuk mengurangi kolesterol dan tekanan darah, serta sifat antioksidannya, dapat mengurangi risiko kondisi otak umum seperti penyakit Alzheimer dan demensia.