opini

Benarkah Bugis Mengenal Lima Gender?

Selasa, 30 Juni 2026 | 20:26 WIB

 

TINJAUINDONESIA.ID - Tidak dapat dipungkiri bahwa pendapat tentang orang Bugis mengenal lima gender sudah menjadi diskursus nasional. Tidak sedikit, orang Bugis juga menerima pendapat tersebut. Sebenarnya, pendapat ini bermula dari hasil penelitian etnografi sarjana Barat yang dilakukan oleh Cristian Pelras, Antropolog asal Prancis yang menulis buku dengan judul The Bugis atau Manusia Bugis yang terbit pada tahun 1996.

Dalam bukunya, Cristian Pelras membagi kategori manusia Bugis menjadi lima yaitu :

- Orowane : Laki-laki

- Makkunrai : Perempuan

- Calabai : Laki-laki berpenampilan perempuan

- Calalai : Perempuan berpenampilan laki-laki

- Bissu : Pemegang otoritas kepercayaan orang Bugis terdahulu

Dan ini yang menjadi dasar bagi peneliti sarjana barat setelahnya. Semisal, Sharyn Graham Davies, Antropolog asal Australia.

Sharyn Graham Davies juga menulis buku yang berjudul (terjemahan) Keragaman Gender di Indonesia yang terbit pada tahun 2007/2018. Dari tulisan inilah Davies secara eksplisit mengatakan ‘’Five Genders’’dalam Bugis.

Tulisan ini sangat mempengaruhi cara berpikir masyarakat Indonesia terhadap Bugis. Bahwa ternyata di bagian Indonesia timur terdapat suku Bugis yang mengenal adanya lima gender.

Hal itu bisa dilihat, munculnya channel YouTube, atau artikel yang membahas dan membangun narasi bahwa orang Bugis mengenal adanya lima gender. Bahkan media mainstream sekalipun ikut merilis narasi tersebut. 

Sayangnya, narasi ini sering dijadikan dalil legitimasi kultural oleh kaum LGBT agar perilakunya diterima di Indonesia.

Contoh aktivis, pendukung kaum LGBT, Prof. Saskia E. Wieringa penulis buku berjudul (terjemahan) Lesbian, Biseksual, Trans : Sejarah Gerakan Politik di Indonesia yang terbit pada akhir tahun 2025. Juga menjadikan narasi five genders dalam Bugis sebagai bahan kampanyenya agar masyarakat Indonesia menerima perilaku kaum LGBT.

Bantahan Kultural dan Etimologis

Halaman:

Terkini

Benarkah Bugis Mengenal Lima Gender?

Selasa, 30 Juni 2026 | 20:26 WIB

Aktivis Masuk Kekuasaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 06:27 WIB