Solo, tinjauindonesia.id - Musibah banjir di Kota Solo, Jawa Tengah akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Bengawan Solo, Minggu (19/8/2023) berangsur surut.
Masyarakat setempat yang terdampak banjir yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Selain itu, warga juga melakukan pembersihan rumah dan lingkungannya.
Meski begitu, status tanggap darurat tetap diberlakukan di wilayah terdampak banjir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberlakukan tanggap darurat banjir Solo dan Sukoharjo selama 14 hari, berlaku sejak Jumat (17/2/2023).
“Status tanggap darurat sudah dikeluarkan oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan berlaku selama 14 hari,” terang Kepala BNPB Letjen Suharyanto.
Baca Juga: Sistem Pemilu 2024, Bamsoet Sarankan Gunakan Proposional Terbuka dan Tertutup
Suharyanto mengimbau pemerintah daerah (Pemda) harus cepat tanggap untuk turun ke lapangan dalam setiap kejadian bencana dengan logistik dan dana operasional yang memadai.
Kemudian, daerah juga diimbau untuk tidak ragu dalam menentukan status siaga maupun tanggap darurat.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, wilayah yang terdampak banjir itu meliputi Kabupaten Wonogiri, Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Surakarta dan Kabupaten Karanganyar.
Selain hujan di kawasan hulu, banjir juga dipicu oleh naiknya intensitas curah hujan di lima wilayah tersebut, atau yang juga dikenal dengan Solo Raya.
BPBD Jawa Tengah merinci, wilayah Kabupaten Wonogiri yang terdampak adalah dua desa di satu kecamatan dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 248 orang.
Baca Juga: Buron 7 Bulan, Bupati Memberamo Tengah Diringkus KPK
Kemudian Kabupaten Klaten terdapat delapan desa di lima kecamatan yang terdampak, dengan jumlah pengungsi sebanyak 295 orang.
Wilayah Kabupaten Sukoharjo terdapat 13 desa di tiga kecamatan yang terdampak. Sebanyak 2.000 orang dari 6.136 yang terdampak terpaksa harus mengungsi.
Artikel Terkait
Banjir Landa Parepare, Sulawesi Selatan
Banjir Parepare, Genangi Rumah Sakit
Banjir Parepare Rendam Pemukiman Warga Disertai Hujan dan Angin Kencang
BPBD DKI Imbau Warga Pesisir Utara Jakarta Waspaai Banjir Rob