Komisi VI Dorong Garuda Kaji Ulang Biaya Penerbangan Haji

photo author
Rio Cornelianto, Tinjau Indonesia
- Selasa, 14 Februari 2023 | 10:01 WIB
Pesawat Garuda Indonesia Airways lepas landas..(Twitter
Pesawat Garuda Indonesia Airways lepas landas..(Twitter

Jakarta, tinjauindonesia.id - Komisi VI DPR mendorong Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Garuda Indonesia untuk mengkaji ulang biaya penerbangan bagi jemaah haji.

Sebagai BUMN penyedia jasa transportasi udara kita tahu, Garuda akan ditugaskan oleh pemerintah untuk mengangkut jemaah haji. Garuda adalah mitra kami di Komisi VI.

"Dalam kesempatan rapat kerja dengan Menteri BUMN ini, kami ingin menyampaikan aspirasi jemaah, agar Garuda dapat mengkaji ulang biaya penerbangan haji," ujar Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade  di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2023).

Baca Juga: Komisi XI DPR Sepakati Filianingsih Hendarta Jadi Deputi Gubernur BI

Menurut Andre, ada tiga komponen biaya haji yang cukup mahal. Yakni, biaya penginapan, biaya konsumsi, dan biaya transportasi yang dalam hal ini adalah penerbangan ke Mekkah dan Madinah.

 Andre menambahkan, sebanyak 70 persen jemaah haji Indonesia berasal dari kalangan menengah ke bawah yang telah bertahun-tahun menabung dan menunggu giliran untuk naik haji.

Untuk itu, negara dalam hal ini diharapkan dapat hadir untuk membantu meringankan beban jemaah haji Indonesia tersebut.

Baca Juga: Atasi Kemacetan, Dishub DKI Jakarta Berkolaborasi dengan Google

"Kita tahu jemaah haji Indonesia itu 70 persen adalah orang-orang yang secara ekonomi sulit. Mereka menabung rupiah demi rupiah bertahun-tahun agar bisa berangkat. Bahkan ada yang jual sawah, jual tanah, jual rumah agar mereka bisa melaksanakan rukun Islam yang kelima," tutur Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Terhadap biaya transportasi penerbangan haji, Andre berharap Garuda Indonesia dan Kementerian BUMN dapat merinci kembali postur biaya penerbangan. Sehingga diharapkan biaya tersebut dapat ditekan. 

 “Tentu kan bisa di-breakdown postur anggaran atau biayanya. Nanti  dilihat mana yang bisa dikurangi. Nah, untuk itu tentu menteri BUMN dan Garuda lagi bicara di internal. kami tidak ingin mencampur yang jelas kita memberikan gambaran kalau bisa diturunkan karena kita dengar jika maskapai swasta bisa lebih murah dari pada Garuda,” pungkas Andre.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rio Cornelianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

THR Bagi ASN Cair 4 April

Sabtu, 1 April 2023 | 12:04 WIB

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2 Km

Rabu, 29 Maret 2023 | 11:29 WIB

Polri Akan Gelar Operasi Ketupat H-7 Lebaran

Sabtu, 25 Maret 2023 | 13:23 WIB

Terpopuler

X