Jakarta, tinjauindonesia.id - Komisi VI DPR mendorong Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Garuda Indonesia untuk mengkaji ulang biaya penerbangan bagi jemaah haji.
Sebagai BUMN penyedia jasa transportasi udara kita tahu, Garuda akan ditugaskan oleh pemerintah untuk mengangkut jemaah haji. Garuda adalah mitra kami di Komisi VI.
"Dalam kesempatan rapat kerja dengan Menteri BUMN ini, kami ingin menyampaikan aspirasi jemaah, agar Garuda dapat mengkaji ulang biaya penerbangan haji," ujar Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2023).
Baca Juga: Komisi XI DPR Sepakati Filianingsih Hendarta Jadi Deputi Gubernur BI
Menurut Andre, ada tiga komponen biaya haji yang cukup mahal. Yakni, biaya penginapan, biaya konsumsi, dan biaya transportasi yang dalam hal ini adalah penerbangan ke Mekkah dan Madinah.
Andre menambahkan, sebanyak 70 persen jemaah haji Indonesia berasal dari kalangan menengah ke bawah yang telah bertahun-tahun menabung dan menunggu giliran untuk naik haji.
Untuk itu, negara dalam hal ini diharapkan dapat hadir untuk membantu meringankan beban jemaah haji Indonesia tersebut.
Baca Juga: Atasi Kemacetan, Dishub DKI Jakarta Berkolaborasi dengan Google
"Kita tahu jemaah haji Indonesia itu 70 persen adalah orang-orang yang secara ekonomi sulit. Mereka menabung rupiah demi rupiah bertahun-tahun agar bisa berangkat. Bahkan ada yang jual sawah, jual tanah, jual rumah agar mereka bisa melaksanakan rukun Islam yang kelima," tutur Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Terhadap biaya transportasi penerbangan haji, Andre berharap Garuda Indonesia dan Kementerian BUMN dapat merinci kembali postur biaya penerbangan. Sehingga diharapkan biaya tersebut dapat ditekan.
“Tentu kan bisa di-breakdown postur anggaran atau biayanya. Nanti dilihat mana yang bisa dikurangi. Nah, untuk itu tentu menteri BUMN dan Garuda lagi bicara di internal. kami tidak ingin mencampur yang jelas kita memberikan gambaran kalau bisa diturunkan karena kita dengar jika maskapai swasta bisa lebih murah dari pada Garuda,” pungkas Andre.
Artikel Terkait
Seabad NU, Ketua DPR Harap Peran NU Juga Dirasakan di Seluruh Dunia
8 dari 9 Fraksi Setuju RUU Kesehatan Jadi Usul Inisitif DPR
Kereta Cepat Segera Beroperasi, Komisi V DPR Minta Kereta Reguler Jangan Dihentikan