Jakarta, tinjauindonesia.id - Masyarakat umum yang ingin melintas atau menyeberang atau berfoto di Skywalk Kebayoran tidak dikenakan biaya setelah adanya pemisahan jalur.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho, Rabu (8/2/2023).
Sebelumnya ramai dibicarakan netizen di media sosial bahwa masyarakat yang ingin melintas atau menyeberang di Skywalk Kebayoran Baru dikenkan biaya Rp 3.500, meski tak naik Transjakarta.
Hari menjelaskan prioritas Skywalk Kebayoran untuk mengintegrasikan penumpang antarmoda, yaitu Stasiun KRL (Commuter Line) Kebayoran-Halte Transjakarta Pasar Kebayoran Lama Koridor 8-Halte Transjakarta Velbak Koridor 13.
"Prioritas Skywalk Kebayoran Baru untuk pengguna moda transportasi terintegrasi. Namun, dengan adanya pemisahan ini, bagi masyarakat umum yang ingin melintas sekadar untuk menyeberang atau berfoto tidak dikenakan biaya," terang Hari.
Baca Juga: 8 dari 9 Fraksi Setuju RUU Kesehatan Jadi Usul Inisitif DPR
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta melakukan evaluasi sekaligus optimalisasi Skywalk Kebayoran, Jakarta Selatan yang diresmikan 27 Januari 2023 lalu.
Sebagai fasilitas umum yang memberi kemudahan akses transportasi umum bagi warga, kini dilakukan pemisahan jalur.
"Saat ini sudah dilakukan pemisahan. Bagi masyarakat yang nantinya akan melakukan perjalanan lanjutan dengan angkutan umum massal, mereka akan keluar dan tap out, misalnya dari Stasiun Kebayoran, lalu mereka tap in kembali di mesin yang langsung masuk menuju ke Halte Transjakarta, baik itu koridor 8 maupun koridor 13," kata Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo, Rabu (8/2/2023).
Syafrin mengatakan, bagi masyarakat yang tidak melanjutkan dengan angkutan umum massal, otomatis tidak akan membayar lagi.
Pemisahan jalur yang dilakukan saat ini masih berlaku sementara dan ke depan akan dilakukan peningkatan.
Baca Juga: 94 Pelanggaran pada Hari Pertama Operasi Keselamatan Jaya 2023 di Jakbar
Kepala Divisi (Kadiv) Sekretaris PT TransJakarta Anang Rizkani Noor menyebutkan terdapat petugas yang ditempatkan di pintu masuk untuk mengarahkan pengguna skywalk, baik penumpang KRL maupun Transjakarta.
"Betul, ada petugas. Semoga penumpang yang akan melintas tersosialisasi dan memahami rute yang akan dituju. Tentunya kita ingin Skywalk Kebayoran mampu memudahkan pengguna, dan tidak menyulitkan mobilisasi warga," ujar Anang.