Balikpapan, tinjauindonesia.id - Setelah penemuan varian Kraken atau Omicron XBB.1.5 di Balikpapan, para pakar menyebut varian ini sebagai virus paling mudah menular.
Dilansir dari tinjau.id, varian Kraken pertama ini berasal dari pekerja migas di Balikpapan, Kalimantan Timur yang berkewarganegaraan Polandia.
Warga Polandia ini tiba di Indonesia pada 6 Januari lalu, sempat menginap di Jakarta lalu melanjutkan perjalanan ke Balikpapan.
Melalui tes PCR pada 11 Januari, ia dinyatakan positif Covid-19.
Setelah melalui pengujian sampel di Laboratorium Universitas Mulawarman, sampel dari warga Polandia tersebut dinyatakan bervarian Kraken.
Warga Polandia tersebut sempat menjalani isolasi mandiri, namun kini telah kembali beraktivitas di kilang minyak dan gas di Balikpapan. Ia dinyatakan telah negatif setelah menjalani uji tes PCR.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan varian Kraken pada warga Polandia tersebut tanpa gejala.
Baca Juga: Vaksinasi Booster Kedua Dibuka
Sejak penemuan itu, tim Dinas Kesehatan Balikpapan terus melakukan penelusuran epidemiologi untuk tracing kontak erat.
Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP(K) mengatakan lonjakan varian Kraken awalnya terjadi di Amerika Serikat. Varian ini menular lebih cepat dibandingkan varian-varian Corona sebelumnya.
"Karakteristik virus ini adalah sangat-sangat mudah menular. Jauh lebih mudah dibandingkan dengan varian apa pun yang ada. Tapi gejala atau keluhannya memang ringan saja, bahkan sebagian besar tidak keluhan," ungkapnya dalam konferensi pers, Rabu (25/1/23).
Oleh sebab itu, demi mengantisipasi lonjakan kasus dan memperkuat imun tubuh, masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas diimbau mendapat vaksin booster kedua. dr Erlina mengatakan vaksin booster memang tidak menjamin seseorang terhindar dari Covid-19 sepenuhnya, tetapi untuk menekan gejala berat pada pasien yang terpapar.
"Vaksinasi bukan satu-satunya. Tetap (lakukan) protokol kesehatan, meningkatkan sistem imun karena sesungguhnya ini adalah penurunan keseimbangan dan sistem imun dan keganasan virus," tegas dr Erlina.
Artikel Terkait
Penyebab Keguguran Yang Perlu Diwaspadai
Vaksinasi Booster Kedua Dibuka