“Saya mengapresiasi keseriusan Pemprov Jabar menyelesaikan masalah yang saya dan teman-teman hadapi,” ujar Rizki.
Sebelumnya Petani bunga hias asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengeluh dan menilai program Petani Milenial berantakan.
Baca Juga: Malam Ini, Kapolri dan Panglima TNI Nonton Bareng Wayang Kulit dengan Lakon “Wahyu Makhutarama
“Selama satu tahun, kami hanya mendapat lelahnya saja. Yang seneng ya yang di atas. Kami pun malu, karena masih menjadi bahan promosi oleh instansi terkait, padahal (kenyataannya) berbeda jauh dengan cerita di belakangnya,” ujar Rizki.
Keluhan yang disampaikan Rizki berfokus pada dana pinjaman KUR yang memakai nama masing-masing petani tetapi pengelolaan seluruhnya berada di tangan PT Agro Jabar.
Rizki menjelaskan, Biro Perekonomian dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Jabar berperan sebagai pelaksana program Petani Milenial tersebut.
PT Agro Jabar selaku avalist atau penjamin, CV Minaqu Indonesia selaku offtaker dan Bank BJB selaku pemberi modal dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).